It’s Great To Be Healthy

•January 23, 2012 • 1 Comment

Sebagian isi postingan ini ada yang udah agak basi sebenernya, heheh. Tapi apa mau dikata, baru punya waktu luang sekarang, bertepatan dengan hari Imlek yang jatuh pada hari… Senin! (Yeah…! Hahahaah…!) Gong Xi Fa Cai! Semoga di tahun naga air ini membawa berkah, rejeki, kesehatan, dan kesuksesan. Amiin…

Well, bertepatan dengan long weekend ini, badanku lagi lelah banget rasanya (Thank God, hari Senin libur, aku jadi bisa istirahat dulu). Mungkin karena seminggu lalu aku ikut mendonorkan darah ke PMI ya… Selama seminggu ini aku mengonsumsi suplemen/vitamin penambah darah setiap hari dan rutin minum susu untuk memulihkan kondisi tubuh (darahku diambil sebanyak 360 ml). Saat hari donor itu, aku fitness dulu sebelumnya selama hampir 2 jam, kemudian makan siang yang banyak dan minum teh manis hangat dan saat itu aku merasa sangat sehat dan bugar. Setelah darah diambil sih belum juga terasa lemes ya, nah baru deh 24 jam setelahnya terasa lemes dan kepala agak pening. Sekarang pun, saat nulis postingan ini (aku nulis di program word terlebih dahulu sebelum internet online dan masuk ke blog wordpress ini), seminggu setelah donor, aku sedang merasa agak pening. Mungkin karena sedang lelah… barusan nyuci baju sekitar 20 potong (pakaian kotor yang seminggu nggak dicuci. Nyucinya pas libur doang nih, seminggu sekali), dan tadi juga agak telat makan, dan kemarin pagi menjelang siang fitness selama 1 jam 30 menit terus jalan-jalan seharian sampe malem. Alhasil, sekarang… Gempor. Hahah… Faktor usia yang mulai uzur juga nih tampaknya… Bwahahah…!

Sebenernya sudah dari zaman SMU pengen ikutan donor darah, tapi kondisi selalu tidak memungkinkan. Pengen beramal, tapi kalo berupa uang, yaah… Belum bisa dulu, aku yang anak kos lagi nabung mati-matian dulu… Tapi aku memang lagi merasa perlu beramal… semoga bisa membantu melancarkan ikhtiar u/ menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi keluargaku saat ini. Amiin…

Btw, ngomongin mengenai nyuci baju. Jujur, aku merasa paling gelisah kalo sudah weekend, tapi ternyata aku belum punya semangat dan tenaga untuk siap melakukan ritual mencuci baju. Hahah… ini ritual paling menyebalkan kedua setelah yang pertamanya adalah memasak! (Aaarrgh…! Aku stress kalo dah masuk dapur!) Maklum, aku orangnya pemalas nih, hahah… Aku masih jauh lebih cinta nyuci setumpuk piring dan gelas kotor atau menyapu dan mengepel deh. Tapi meskipun sebenernya bisa aja aku pake jasa laundry kiloan yang sedang tren sekarang ini, malu juga kalo underwears dicuciin orang lain, hahah. Nggak sopan lah. Dan entah kenapa rasanya kurang puas juga kalo baju sendiri dicuciin orang luar (kalo dicuciin orang rumah sih nggak apa-apa, hahah. Aman), khawatir ada yang hilang juga, atau cara nyucinya salah (karena ada baju-baju dengan bahan dan warna tertentu yang agak rewel).

Okay, mengenai fitness. Baru-baru ini menemukan teknik-teknik baru pada alat yang sama. Juga setelah belajar dan menggeluti fitness sekitar 3 tahunan (tapi banyak vakumnya juga, hahah), 3 latihan terakhir yang lalu mulai nyobain bench press (itupun karena diajari si pemilik gym, kebetulan banget beliau sedang ada di sana saat itu). Efeknya luar biasa. Dan menemukan teknik-teknik baru lainnya pun karena diajari beliau. And he said that I’m a fast learner! Whoo-hoo! Sekarang, untuk cardio sepeda statis jadi kuat sampe 30 menitan (15 menit di awal latihan dan 20 menitan sebagai penutup). Emang sih badan jadi pegal-pegal luar biasa, sampe sekitar 3 harian baru terasa enakan, tapi setelah pegel-pegelnya hilang. Beuh… Badan terasa fit dan ringan… Dan yang biasanya kalo mood lagi jelek suka marah-marah dan ngamuk, sekarang mood relatif stabil. Baju dan celana jadi lebih enak jatuhnya di badan. Lengan rasanya jadi lebih kokoh (halaah… Hahah). Yang perlu difokuskan sebenernya area abdominal atau perut sih. Maklum, doyan banget makan dan ngemil. Percaya nggak, kalo cewe-cewe pada umumnya makan nasi goreng sepiring hanya dimakan setengahnya saja, aku malah satu setengah porsi bisa hanya menyisakan piring yang licin tandas! (tapi aku tahu jadwal: nasi gorengnya tidak untuk makan malem). Jujur, bahkan di depan pria pun aku nggak pake jaim kalo lagi makan. Mungkin temponya memang lambat, tapi hampir selalu habis, sebanyak apa pun. Kalo para pria yang nggak biasa ngeliat cewe makan banyak mungkin akan agak il-feel ngeliat aku makan, hahah. Btw, kata temen-temen, meskipun aku banyak makan tapi nggak terlihat gemuk. Well, iya, memang nggak nyebar ke sekujur badan, melainkan tertimbun dan menumpuk di perut! Karena itu, fokus latihan selama ini adalah area lengan dan perut (karena lengan kecil tapi perut buncit, heheh). Tapi dengan rutin olahraga, akhir-akhir ini nafsu makanku jadi lebih terkontrol. Dan biasanya 1-2 hari setelah fitness malah agak males makan dan makan sedikit banget karena badan, terutama area perut, masih terasa sakit. Kalo dipaksain makan banyak malah pengen muntah rasanya. Jadi paling ya diganti susu hi-protein saja yang lumayan mengenyangkan. Itu normal nggak ya? Aku mulai browsing referensi mengenai fitness lagi setelah cukup lama vakum. Any recommendation?

Sekian dulu. Peace for the world. XOXO.

Listening to :  Eminem – Not Afraid

Advertisements

Make Up Disaster & New Year 2012 Resolutions

•December 30, 2011 • Leave a Comment

Aku tidak menemukan judul yang tepat untuk postingan ini, hahah. But, I think I need to write this. Well, asal muasal ide untuk nulis postingan ini adalah karena sekarang sudah akhir tahun. Orang-orang tampak mulai sibuk dengan resolusi tahun baru mereka. Dan, lucunya, entah kenapa beberapa teman malah meminta dan mendorongku untuk membuat resolusi tahun baru 2012 yaitu untuk mengubah penampilan. Saat itu kejadiannya tentu saja sambil chit n chat dan bercanda. Dari subjek “mengubah penampilan” tersebut mulailah keluar kalimat seperti: “2012 mulai pake make up ya, lipstick dong jangan hanya lipbalm berwarna, blush on ditebelin, pake rok, hi-heels. Rambut dipanjangin. Handbag cewek. Hot pants juga sekalian deh, Ki.” (Beuh, rempong amat ya…) Dan kami pun tertawa. (Bagi kalian yang belum tau deskripsi penampilan dan karakterku seperti apa, silahkan baca 100 Things About Me, ya… dan baca postingan lainnya di blog ini juga. Hahah…).

Aku hanya bilang bahwa aku tidak menjanjikan apa pun. Tapi tentu saja aku punya resolusi tahun baruku sendiri. Tiba-tiba, start dari bagian itu, seorang teman pria ngomong dan seketika itu juga suasana jadi lebih serius dan tidak terasa santai lagi. Yah, intinya sih dia bilang bahwa, seharusnya, bagi para wanita, dari sejak mulai mendapatkan menstruasi pertama, harus mulai belajar bersolek dan merawat diri untuk menebar bunga (baca: memikat pria) sehingga di usiaku yang sekarang seharusnya aku sudah pandai bersolek dan dibanjiri pria. Plus ada tambahan kata-kata seperti, “Kamu kan udah dewasa, seharusnya udah ngerti.”

Suasana langsung hening. It felt so weird, really. Ya know, dinasehati seorang teman pria mengenai penampilan kita seharusnya seperti apa untuk memikat pria. Orangtua gua aja nggak sampe segitunya. Kalo merawat diri sih emang udah kulakukan dari sejak zaman SMP-SMU (ya know, remaja kan nggak jauh-jauh dari yang namanya bau badan dan jerawat saat itu… dan terbukti sekarang nih muka nggak sampe punya bekas jerawat gitu koq. Paling ya komedo dikit. Sempet pernah nyoba totok wajah. Tapi itu kan cukup sesekali aja… Kalo punya duit lebih, hahah). Dan definisi mengerti mengenai itu sesungguhnya relatif. Make up merepresentasikan banyak hal, pro dan kontra, good side and bad side. Paradoks yang kompleks. Itu yang aku mengerti mengenai make up. Sesuatu yang dibahas pada kuliah women study, women and media (inget definisi cantik ala media untuk para wanita? Bahwa definisi wanita cantik itu adalah tinggi, langsing, berkulit putih, serta ber-make up sempurna?), dan bahkan agama (I’m a Moslem, so modest lifestyle is my family’s choice). Dan peranku saat ini sebagai tulang punggung keluarga bagaimanapun juga membuatku lebih memikirkan keluargaku terlebih dahulu dibandingkan egoku untuk tampil cantik. Buat apa cantik tapi bodoh? Buat apa bersusah payah untuk terlihat cantik tapi tidak memedulikan lingkungan sekitar? Inget selebritis kita yang menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah hanya untuk foto pre-wedding? Bukankah uang sebanyak itu akan lebih berguna bagi mereka yang lebih membutuhkan?

Yah, so I told him that even my parents never said that to me. And dia bilang bahwa orangtua kita hidup di zaman dulu jadi ya memang berbeda dengan tuntutan kehidupan di zaman sekarang. Suasana jadi dingin setelah itu. Temen-temen yang lain yang ada di TKP saat itu jadi terdiam dan bingung harus bereaksi gimana. Dan sejak itu, hingga sekarang aku jadi agak males untuk chit n chat rame-rame lagi. Well, okay, my mum dulu saat masih gadis dan jadi wanita karier memang sering berdandan, pake rok, dan hi-heels, until she married my dad. Kami, anak-anaknya, tiga orang cewe semua, tapi didikan (alm.) bokap semi-militer. Dan nggak kebayang deh kalo aku mengenakan semua yang tadi disebut teman-temanku di atas. Bokap pasti bakalan komentar, “Mau dipake untuk ke mana emangnya? Jangan kayak artis deh. Ke mana-mana kan kamu naek angkot bukan limousine.” Hahah. Sementara kalo komentar nyokap lebih untuk menyarankan dandan sewajarnya saja. Waktu dulu rambutku pernah panjang jadi otomatis kan butuh perawatan ekstra, apalagi kalo mau pergi ke mana pasti kan mikir dulu mau diapain nih rambut. Sementara bokap dah nglaksonin and teriak, “Lama amat sih? Yang gesit dong, buruan.” Dan ketika rambutku akhirnya pendek, bokap bilang, “Nah, kalo gitu kan cakep. Lebih fresh.” Yeah, bokap nggak suka tipe yang menye-menye. Dan mungkin juga karena sebenernya dari dulu bokap pengennya punya anak cowo. Pernah waktu zaman awal-awal kuliah aku beli rok panjang yang girly dan manis gitu, bokap tertawa dan ngomong, “Yakin mau pake itu? Kalo nggak merasa nyaman nggak usahlah”. Akhirnya rok itu nggak pernah aku pake. Dan beberapa bulan kemudian aku cari rok itu di lemari baju, aku nggak menemukannya. Dah dijual atau dikasih ke orang lain mungkin ya, heheh. Terus, oh ya, waktu aku bilang bahwa aku ikut judo, nyokap khawatir sementara bokap bilang. “Oh, bagus. Kenapa nggak dari dulu?” Hahah. Tapi aku mulai fitness setelah bokap sudah tidak ada dan nyokap mendukung penuh atas keputusanku untuk memiliki tubuh atletis dan berotot. Yeah, kalo untuk masalah badan, ortuku sangat care. Mereka nggak mau anak-anaknya overweight dan kami sering disuguhi sayuran dan menghindari junk food. Mereka juga nggak mau anak-anaknya bertubuh kurus bak model sehingga terlihat tidak sehat. Nyokap dulu atlet voli tingkat propinsi. Bokap hingga sebelum sakit dan meninggal selalu rajin push up dan sit up. Dan di masa pre-teenku ketika aku paling malas olahraga, setiap hari Minggu aku selalu harus bangun pagi, lari keliling lapangan voli di depan rumah dan berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan push up serta sit up! Dan kebiasaan itu masih kulakukan sampe sekarang, hampir setiap pagi aku push-up dan sit-up, kecuali untuk lari, karena agak susah nyari lokasi yang nyaman di area sini (kalau waktu di Bandung biasanya aku langsung berangkat ke Sabuga ITB), jadinya kuganti dengan sepeda statis di gym atau dance aerobic sendiri di kamar pake video fitness/aerobic gitu. Oh ya, sekarang aku sudah punya dumbles 2 kg sepasang beli yang murah dan diskonan, hahah.

So, sebenernya, kemarin ini setelah temenku itu ngomong begitu, aku sempet jalan-jalan ke mall untuk liat-liat make up. Tapi ketika tiba-tiba teringat bokap dan kakakku saat itu (yang sedang dalam proses cerai. Dan masalah hak asuh 2 orang anaknya pun sekarang sedang diproses), ada perasaan bahwa aku akan merasa menyesal kalo beli mahal-mahal tapi akhirnya nggak dipake atau malah nggak cocok dengan kulitku nantinya. Jadilah aku pergi menjauh dari counter tersebut dan malah jadi liat-liat buku di Gramedia. Malam sebelum tidur hari itu, kepalaku dipenuhi pikiran: “What was wrong with me today? Why did I almost do what people told me while I actually didn’t feel happy at all? Why did I have to do what he told me to do while he doesn’t know anything about me?” I’m exactly happy to become who I am. I don’t think I’m comfortable to dressed up like a bitch. Dan kalaupun aku terpaksa harus ber-make up, aku melakukannya secara wajar untuk diriku sendiri agar terlihat lebih fresh pada suatu acara dan untuk menghargai serta dihargai orang lain. Sometimes I think that putting make up on your face is a dishonest act. So, kalau dibilang untuk memikat pria, yah… aku juga nggak akan nyari pria yang menuntutku untuk selalu tampil sempurna tanpa cacat koq.

Pada postinganku yang agak lama di blog ini aku pernah nulis mengenai Amber Liu, personil girlband Korea f(x). Aku males upload fotoku sendiri di blog, jadi kudeskripsikan bahwa aku agak mirip Amber Liu sekitar 50 persennya. Separonya ya, karena penampilanku juga nggak seekstrem dia.

Okay, mungkin aku lebih mirip Ella Chen (personil girlband Taiwan SHE) hampir 80 persen, hahah.

And I’m jealous to them because with their boyish style and androgynous face, no one complain to them about it. Instead of complain, their fans think that they have made difference in their group (girlband) and respect their different style and love their styles! Aku kurang tau Ella Chen dan SHE sebenernya, jadi mungkin aku lebih merasa iri dengan Amber Liu karena dia jago dance, nyanyi, rap, dan fasih 3 bahasa (English, Chinese, Korean). And she feels comfortable of being herself. Lama-lama aku jadi males kerja kantoran. Lebih milih jadi rocker atau penulis aja sebenernya dan kerja di bidang entertainment, hahah.

Oh, well, baiklah, resolusi tahun baru 2012-ku adalah:

  1. Mulai meningkatkan intensitas traveling, pemanasan sebelum jadi backpacker beneran
  2. Semakin giat mencari uang, berinvestasi, menabung, dan menimbun kekayaan
  3. Stick to my fitness routine and my diet (hi-protein, calcium, fiber, & low-carbo) untuk memahat otot lagi
  4. Meningkatkan intensitas menulis (blog ini, terutama. Sisanya, coba buka novel karangan sendiri yang terbengkalai lagi) dan membaca (tahun 2011 ini aku bener-bener jarang baca buku. Lebih fokus untuk menabung dulu)
  5. Well, okay, agak mengubah penampilan. Mungkin sedikit memperjelas make up yang dipake (blush on dan lip colour/lipbalm, lipstick, terutama). Tapi gaya tetap androgyny, well, sweet androgyny, I guess.  Rambut agak dipanjangin sedikit sampe bahu deh. Well,  gaya Agyness Deyn cukup memberikan inspirasi…

                                   

Atau Emma Watson dengan rambut pendek

Atau Mia Wasikowska dengan rambut pendek juga…

       6.   Work hard, play hard, sleep hard… To inspire and to be inspired!

        7. Organize my life…!

Okay. Happy new year 2012. Peace for the world.

References:

Google Image

My Mom Said, ”Marriage Is Like A Lottery”

•December 21, 2011 • 3 Comments

Okay, ide untuk menulis postingan ini udah dari beberapa bulan lalu munculnya, tapi karena tidak punya cukup waktu untuk menulis dan berkontemplasi, serta ternyata selama di-pending itu perlahan terkumpul hal-hal dan fakta-fakta yang semakin menambah bahan untuk postingan ini, and now, ta-da…! Akhirnya sekarang bisa nulis juga (meskipun kamar masih berantakan dan belum sempet diberesin).

Ini aja udah diketawain oleh beberapa teman yang terheran-heran because I have to spend my Saturday night just for writing, bukannya pacaran! And… isi postingan ini pun bagi kebanyakan orang mungkin akan terdengar pathetic. Well, am I the only one in this world who is not really into marriage?!

I’m not stupid, but maybe not so smart too. But, I always think that everything must be considered the good and the bad. Kenapa ya orang-orang selalu memikirkan pernikahan itu hanya indah-indahnya aja. Dan kebanyakan dari mereka ketika menganut sistem tersebut akhirnya pun menyesal di kemudian hari. Jujur, aku pribadi lebih memilih untuk menikah di umur 30-an (saat kondisi mental sudah lebih stabil dan lebih matang dalam berpikir dan bersikap) tapi awet sampe mati daripada menikah di usia yang begitu muda atau 20-an tapi kemudian menyesal dan harus cerai (umur segini aja gua masih ababil gitu loh! Mata masih suka jelalatan ke mana-mana setiap ngeliat cowo ganteng. Dan sering dipanggil “ade”, beneran kayak dulu-dulu kita ditanya sama om-om atau tante-tante dengan intonasi seperti, “Kelas berapa, De? Sekolah di mana?”). Dan pengennya punya anak cukup 1 aja, paling banyak 2 lah (itu pun kalo iya dikasih n diizinkan YME kan?) And I have my own dreams that I pursue before I have to settle down with a man for the rest of my life. I have places to go! I want to travel alone or with some friends/communities to some places as a backpacker. Aku lagi nabung mati-matian untuk bisa meluangkan waktu mungkin sekitar 6 bln, jadi backpacker ke beberapa negara sebelum melepas masa lajang. First destination: Singapore! Seorang teman pernah ada yang malah bilang gini, “Bukannya malah lebih enak kalo udah nikah dulu, Mbak? Jadi kan sekalian bulan madu bareng suami?” hey, itu sih cerita lain. Lebih dari sekali kunjungan akan lebih baik, hahah.

Well, kenapa aku bisa nulis postingan ini juga sebenarnya karena ada beberapa masalah keluarga yang semakin bertambah rumit sekarang ini. Termasuk salah satunya, mengenai perceraian. Aku tidak akan menuliskan mengenai hal itu habis-habisan di sini. Karena memang sangat complicated. Masalah dua insan yang akhirnya malah merambat ke mana-mana dan bikin hampir semua orang anggota keluarga turun tangan, buntutnya pun sampe ke pihak berwajib dan konsekuensinya bisa hukuman penjara (sinetron banget gitu loh). Serius. Aku berusaha untuk tidak menyalahkan kedua orang ini (terutama yang dari pihak keluargaku, my own old sis), meskipun dari awal aku tahu hubungan mereka tidak akan baik karena dari awal pun keluarga kami dan keluarga pihak sana hubungannya udah tidak baik. Sebulan ini aku lebih banyak diam di kantor (karena bawaannya uring-uringan terus) sampe beberapa temen pada terheran-heran. Ditambah, juga karena ada beberapa lelucon teman yang tidak bisa kuterima dan membuatku tersinggung terkait dengan situasi (mood dan background keluarga) saat ini. Berjuang keras untuk ikhlas, yang rasanya sungguh berat. Mood seringkali kacau, but the good side is, jadi rutin fitness to bring back good mood. Well, I can only pray the best for them and try to help her as long as I can. Like my mom said, “Marriage is like a lottery. Ada yang beruntung dan ada yang nggak…” well, siapa sih yang nggak mau rumah tangga harmonis dan awet terus until the end of time? Tapi kalo pun kita ternyata telah ditentukan bahwa yang terbaik untuk kita yaitu perceraian, bagaimana? Masa mau nolak? Beruntung atau tidak, I don’t have problem to have life like those, eventhough divorce sucks. Sayangnya, society di negara kita selalu menuntut kita untuk punya kehidupan yang sempurna: ya know, pacaran-menikah-punya anak-keluarga harmonis-pendidikan anak baik-menikahkan anak-punya cucu-punya cicit-terakhir, rest in peace. Whatsoever. Too bad, happy ending never exist in this world, it exists only in fairy tales (sorry, I’m not a big believer of happy ending). Rite now, I’ll do my best for my family, for my mom and my own sisters… Because, saat perceraian itu terjadi, atau divonis sakit berat, atau kematian pasangan misalnya, bagaimanapun kita akan kembali lagi ke keluarga kita sendiri.

So, for me, Romeo was a loser. Apa yang dia lakukan tidak akan pernah menyelesaikan masalah sesungguhnya. Kalo hubungan keluarga Montegue dan Capulet memang sudah tidak baik sejak awal, tentu saja it’s not gonna work. At all. Sorry, skeptic in here. And while some guy said, “I can’t live without you. I’d rather die than live without you” (Eits, koq jadi lirik lagunya Backstreet Boys – I’ll Never Break Your Heart ya… Wkakwakakak…!) menurutku itu udah lampu merah. Seorang pria sejati or gentleman akan menerima dengan lapang dada apa pun konsekuensinya dan siap berjuang menghadapi rintangan apa pun dalam hidup ini. Termasuk dalam hal patah hati dan kehilangan pasangan hidupnya. Paling itu cuma gertakan (kalo nggak mau dibilang rayuan). Coba kasih pisau sekalian, mana mau dia mati konyol. Entah napa, kata-kata seperti itu sudah mengurangi kualitas seorang pria di mataku. So, if I were Juliet (and Thank God, I’m not and I’d never gonna be like her), I’d rather continue my life, obeying my parents, work and make a lot of money (Yeah, Money! And I’d be a total workaholic!), but still say my opinion to my parents that I won’t married a man who I don’t love (Hmm… Terdengar Jane Austen sekali bukan?).

And I actually have problems with guys recently. Gua sih berusaha untuk jadi orang baik dan ramah ya selama ini. Tapi kalo mereka tiba-tiba ngelunjak pake maen colek atau tiba-tiba nyomot tangan seenaknya atau melontarkan kata-kata tidak senonoh, gua nggak segan-segan murka and ngajak ketemuan di ring tinju. Atau kalo nasib mereka masih lebih mujur paling gua ceritain di blog ini abis-abisan lengkap dengan nama mereka gua sebut di sini dan blog ini gua link ke orang banyak biar mereka tau.

Okay. Udah dulu ah. Btw, tidak terasa sudah mau akhir Desember. Sebentar lagi tahun baru. May a better life and year wait ahead!

Wish me luck. Peace for the world.

Listening to : Linkin Park – From the Inside

When We Were Younger…

•October 9, 2011 • Leave a Comment

Maybe life is like a wheel of fortune, or some says, like a rollercoaster. And suddenly it reminds me of Ronan Keating’s song “Life Is A Rollercoaster” which is released in about late 1990-early 2000, I don’t exactly remember. But, it was when I was in high school.

Right now, I have these pieces of memories. And I’m like an elephant, I have good memory. And my Chinese horoscope is Rat, which means somehow, my mind is restless, and when I remember about something, it will connect to anything related to the main thought. It often causes stress.

Last weekend I went to Soekarno-Hatta International Airport with my friends. And this thought began from it. Okay, it inspired me to write this post. But, it’s a depressed post, too bad. Just don’t read this post if you think that I’m pathetic. I just need to write this and share with you better than I bear it and causes stress and then I’d sick.

Well, the airport reminds me when I went to Bali when I was 3-4 years old. I don’t really remember exactly how it was because I was too young. But I already traveled to Bali 3 times. The most I remember is in late 2003, when I was about 19 years old and still as a college student. I went there with my family. My dad was still alive back then. We went through our journey with our white Kijang car and acrossed the island by ferry. During the road we went through, we were listening to Michael Learns To Rock Greatest Hits album. I went to Bali again in the next year with my cousins, my uncle and auntie. All I can remember was I was so happy. But the most impressive between them was when I traveled with my family in that late 2003. That was the last travel for my dad and family.

It’s about 6 years already since my dad’s death. And rite now I miss times where our family was still a whole. I was listening to the radio last night and it was oldies songs that remind me of my teenage life. I used to sing and almost every weekend we had karaoke at home. Or we played keyboard and sang all night long. Our white-brown cat, Rae, would distract us by jumped in to our embrace or just rubbed his head to our legs. I remember my Dad said, “Somebody who can’t sing means doesn’t know how to enjoy life”. My family was very into music. And I was the only one who like to compete and worked hard for music. I joined choir and vocal group in junior high and high school. But, you know what, I almost decided to quit singing after his death. No one supported me anymore after that. And I also thought music was not important anymore. My mom and I had a lot of things to do after his death, that we had to move on. We moved on for living, many things were more important than music. Mom had never played the music she likes such as The Corrs or Shania Twain anymore rite now. And I started to enjoy classical music (especially Beethoven) for a while but then I sticked to emo-hardcore-metal. And that means I didn’t have to really sing with some vocal tehcniques like in pop-blues-jazz music. And now I’m in the rock band but still we play some slow/rock pop/alternative like Bryan Adams or The Cranberries or Bon Jovi. I sing again now. Probably I have that courage again after I auditioned Indonesian Idol 2010 last year. It’s kind of relief. And last year when I went home (whatever that means) my mom asked, “Will you play the keyboard and sing again?”

And I remember that my dad was the one who like to took Rae the Cat to bathroom and bathe him. Rae and Dad had a special bond more than the rest member of the family to that cat. Dad had some special times to rub his fur; head, ears, neck, back, and stomach. And that cat had never complained.

I don’t want to remember the past actually. I want to move on. Life has changed and people changed too. But, I miss them a lot. I miss Dad. I miss the times when we were younger. I miss the times when I was just a kid. Back then, life was just simple, and apple and blackberry were just fruits…!

Oh, btw, rest in peace, Steve Jobs…

No more dental braces on my both teeth now…! Well, hello, retainers!

Peace for the world.

Listening to : Bad Meets Evil (Bruno Mars with Eminem) – Lighters

Braces Off, Retainer, and Keep Blogging

•September 20, 2011 • Leave a Comment

I’m still alive, seriously! Finally, I can write again and I wanted to apologize for my M.I.A. (Missing In Action) for months, because I’ve been busy and stressed out (it has been almost 5 months since my latest post, huh?). Yeah, my job has been superhectic. It’s hard to find some times to contemplation and writing and do my own time, because all I wanted to do in my own time were just to go to bed and sleep. Seriously, I’m tired. I often went to office at Saturday for overtime and spent my weekends to help my auntie and my mum.

            I’ve been through some complicated family business when I went home for Ied Mubarak this year and it was probably the worst Ied ever in my entire whole life. And something scared has just happened. My aunt is diagnosed having breast cancer since about May. And she is having chemotheraphy process recently. She lost her hair and sometimes wear a wig. So, I was tired and not having a nice mood, and I freaked out so I was sick. I was wondering myself if I had to through the rest of my life with cancer. A lil bit like bipolar disorder, I think: I spent days with those thoughts and I was so scared and I felt like I couldn’t face the day. And all I could do was cry along. Btw, it was at my PMS cycle, actually. Is it normal? I think I need help. Do I have to go to psychiatrist? I got this typhoid symptoms again and maag last week because I stressed out with my life and my job! I’m still young, I know. I’m 27 years old but I have these old lady thoughts and it’s really scary.

            But now, I feel better actually, though my mood is still like a roller coaster sometimes. Btw, no more braces on my below teeth! It has been removed since 2 weeks ago. And I wear retainer on them rite now. But I still wear braces on my upper teeth and it’s almost done. Probably I had them off next month. Well, about this retainer, it’s kinda annoying on days at the office. So I only wear it at night when I go to bed and sleep and on the weekend and off days. I think it doesn’t matter as long as I consistent and discipline.

            And, oh, I use BlackBerry curve 8520 recently. I don’t buy it. I won doorprize at the office on Ramadhan. I won this BlackBerry. And it’s black, my fave colour. So I gave my old cellphone to my young sis. And, okay, I have this a lil bit change for my lifestyle. I often go to mall, but rare to buy something except grocery stuffs, that’s all.

            Okay, I also actually have been so active these months and no wonder I feel tired recently. I competed for Indonesia’s Independence Day at the office: futsal and tennis. And I actually really good at them, heheh. Well, not bad for a beginner. And I often play badminton recently and I join a band with office friends. I miss singing, really. And with my teeth and jaws condition rite now (ya know, after I lost 4 teeth and I have my new jaws performance), it really helps me to sing and do articulation and even vibran. I able to do some new vocal techniques.

Okay, that’s it. See ya then.

Wish me luck.

Peace for the world. XOXO.

Life is…

•April 11, 2011 • Leave a Comment

Gosh, life is beautiful when you’re healthy n fit. Baru kali ini kena typhus atau demam typhoid, plus radang di paru-paru. Aku sampe nggak ngantor dan harus bedrest seminggu. Kalo typhus gitu harusnya sih 2 minggu (dan bener minggu ke-2 aja wajah masih tirus n pucat serta badan masih lemes), itu pun masa pemulihan bisa sampe 2-3 bln dan selama itu gak boleh terlalu lelah karena bisa kambuh lagi typhus nya. Udah nyaris mau dirawat di RS aja karena susah makan, ternyata multivitamin yang tepat adalah yang lebih banyak kandungan mineral dan zat besinya daripada vitamin C nya mengingat lambung, usus, dan saluran cerna sedang bermasalah. Berat badan sampe turun 2 kg, sekarang sedang perbaikan gizi n mau nambah berat badan, jadi back to Ensure, semacam makanan cair hi-calori n hi-protein penambah nutrisi. Di Bandung dulu sempet rajin minum Ensure karena rutin fitness juga, hahah. Tapi karena lumayan mahal akhirnya ku-stop dulu n ganti dengan susu hi-calcium yang lebih murah. Tapi saluran cerna ku emang agak rewel dengan laktosa tampaknya, kayaknya bakal harus minum Ensure yang memang tanpa laktosa untuk seterusnya deh. Susah emang ya kalo dah kena penyakit begini.

So, gejala typhus itu di antaranya adalah demam tinggi dan menggigil di malam hari, siang hari malah suhu badan turun, kepala pening, tenggorokan radang n susah nelen, perut melilit, nyeri dan ngilu sekujur badan (awalnya sebelah kiri, jadi kukira lengan kiriku terkilir gitu). Fase berikutnya ketika demam sudah turun adalah susah makan, gak heran kalo yang udah parah bisa diopname di RS n diinfus karena gak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Berhubung aku paling gak mau masuk RS, akhirnya bener-bener memaksakan diri untuk makan sampe muntah-muntah. Bikin bubur sndiri dengan bumbu yang banyak biar ada rasa di lidah (maklum, semua makanan rasanya pahit semua). Beuh, rasanya bener-bener perjuangan banget untuk makan. Sampe ngeliat acara kuliner di TV, ngeliat orang makan koq kyknya enak banget mereka bisa menikmati makanan.

Alhamdulillah, sekarang sudah bisa makan, meski nggak boleh sembarangan juga. Makanan masih harus yang lembut, kalopun makan nasi biasa harus dibarengi kuah sayur yang bersih dan banjir biar nasinya lembek. Jadi gampang laper n gampang ngantuk! Mungkin karena kekenyangan jadi bawaannya ngantuk melulu ya, hahah. And kalo workout angkat beban harus bertahap mulai dari nol lagi neh. Bebannya yang ringan dulu, mulai lagi dari 1 kg (padahal dah kuat yang dumble 5 kg! Dan pake alat di gym dah kuat yang 25 kg… Heuhu…). Yo wis lah… Yang penting bersyukur banget diberi sakit n sekarang bisa sehat lagi. Rasanya beda banget, memandang hidup dengan mind set yang berbeda dari sebelumnya, seperti diberi kesempatan kedua dan hari serta matahari baru yang terbentang di depan. Lebih optimis jadinya, dan lebih santai dalam menjalani hidup. Lebih santai juga dalam bekerja deh, jangan dibawa stres. Lebih ikhlas aja, lelah juga jadi orang perfeksionis. Bagaimanapun, Allah punya kuasa, manusia hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik. Amiien…

Sekian dulu deh. Akhir-akhir ini bingung juga mau nge-post artikel apaan. Sedang agak sulit dapet inspirasi. But keep stay tune on my blog, I will always update it, I promise. Thanx!

Peace for the world.

In My New Place

•March 6, 2011 • 3 Comments

I think the title doesn’t really fit with this post. But, I haven’t update this blog for such a very looong time, because I’m busy. And even rite now, sambil ngerjain kerjaan kantor yang dibawa pulang, akhirnya mencoba untuk refresh my mind sambil online, browsing n blogging.

Well, I want to tell a lil bit my experience in my new office and about my new job. Sangat jauh berbeda dengan kerjaan as librarian sebelumnya. Tidak ada katalogisasi dan klasifikasi buku. My new job is administration staff and secretary in a property and developer company. Belajar lagi dari nol dan bener-bener shock. Sangat hectic! Harus penuh konsentrasi dan selalu aware karena orang-orang di divisi sangat membutuhkan bantuanku. Plus, I’m also having a culture shock, terutama terkait dengan lifestyle temen-temen kantor yang memang sebagian besar urban lifestyle (yeah, big city, I know). As u can see, I’m a typical of a girl next door and a lil bit cyberpunk. Hahah, untuk lunch, aku lebih suka bawa bekal makanan home made by my mum, bukan nongkrong di food corner penuh dengan makanan mahal di mall. Aku gak punya hape Blackberry n gak pernah tertarik untuk beli (kalo dikasih sih mau aja, hahah), mendingan nabung untuk beli iPad deh. And aku lebih suka jalan n naek angkot karena gak punya mobil n gak bisa nyetir mobil. But, it’s not a big deal for me afterall, I’m not a follower. And, yeah, I’m consistent with my style, meski sekarang dah mulai ber-make-up dan sedikit rapi serta formal, tetep gak minat untuk menderita demi terlihat cantik dan menarik (misal pake hi-heels or cabut alis, whatever, n what the hell is that?). Seseorang terlihat atraktif bukan dari pengorbanan seperti itu, I think, melainkan melalui personality dan bagaimana cara dia membawa diri dan menghadapi orang lain. Karena cukup banyak orang dengan gaya apa adanya yang tetap terlihat atraktif. Just be yourself n I’m proud of it.

Anyway, dah sebulan lebih kerja di tempat baru. Sudah mulai terbiasa dan keliatan alur kerjanya, meski masih berjuang keras untuk beradaptasi. Jadi inget, 3 minggu pertama aku seringnya ditegur n diomeli mulu, hahah.

And, dah jarang nonton movie juga nih, waktuku lebih banyak habis di kantor dan di perjalanan, hahah. Sejam hanya habis di perjalanan aja. Waktu luangku lebih banyak kupake untuk istirahat dan workout angkat beban n aerobic dance di rumah.

Ok, sekian dulu update nya. Bahkan blogging sekarang pun seakan dikejar-kejar oleh waktu rasanya. Hahah.

Wish me luck.