Relationship (Again) and Financial Security

Saat ini, jujur, aku sedang ingin menjauh dari pria. Aku ingin menjauhi dunia percintaan dan lebih memilih untuk masuk goa, menyendiri, dan bertapa. Hahaah… Bertapanya versiku mungkin ya dengan menulis, fokus ke karier, cari uang n nabung yang banyak, dan kembali produktif dengan kegemaranku seperti fitness, nonton DVD (males ke bioskop… Seringnya nemuin orang pacaran mulu), musik dan baca-baca buku/novel/artikel/majalah. Setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

            Pacaran itu menyakitkan ya, apalagi kalo pake dikhianati segala. Aku pengennya penjajakan sebentar terus langsung nikah aja deh. Lebih banyak merasa kecewa dan dikecewakan soalnya. Risiko pacaran memang begitu, harus siap untuk disakiti. Galau? Hahaah… I’m thinking logically n realistic right now. Cinta itu butuh modal-materi-pengorbanan. So, aku mulai mengesampingkan masalah perasaan sekarang. Paling ya imbasnya adalah menulis, menulis, dan menulis. Menulis itu sehat, kawan!

            Dari beberapa pengalaman dan melihat teman-teman pria, aku suka heran sendiri. Entahlah, mungkin karena usiaku yg sudah late 20’s, di umur segini sih aku sebagai wanita sudah tidak mau buang waktu untuk pacaran main-main ya. Wanita yang berpendidikan dan punya penghasilan, mandiri secara finansial, pastilah akan mencari sosok yang jauh lebih dewasa dan jauh lebih mandiri secara finansial. Meski pernah juga aku berada pada fase di mana aku dibutakan oleh cinta dan nyaris sulit berpikir secara realistis dan logis. Sekarang aku mulai memperbaiki diri, mengambil hikmah dari pengalamanku tersebut, dan lebih bijak dalam menghadapi kehidupan. Aku percaya semua akan indah pada waktu-Nya. Sambil menyambut waktu itu daripada buang waktu untuk melakukan hal yang mendekati dosa, lebih baik memperbaiki diri, tingkatkan skill, perbanyak doa dan ibadah, cari uang yang banyak. Itu logis dan realistis. Be logic. Kalo kata temenku: better painful truth from brain rather than sweet lies from heart.

            Oh ya, kembali lagi, mengenai teman-teman pria. Mungkin mereka (pria Indonesia, menurut survei) baru siap untuk settle di usia 30-an ya. Kalo yang sebayaan terkadang ngga dewasa juga gaya pacarannya. Ego masih tinggi, pengennya mesra-mesraan melulu, pengennya diemong, nongkrong n have fun aja, take and give ngga balance, ngga mau rugi, jarang mau keluar uang. Bikin ribet yang ada. Guys, please. Tolong dibedakan antara cuma suka dengan ingin komitmen. Kalo cuma suka aja sih kalian ngga perlu keluar uang, ngga perlu modal. Tapi kalo ingin komitmen, ya… Kalian pria, kalian harus mau keluar uang. Maaf kata, ini realistis. Kami bukan cewe matre. Tapi bukan pula cewe murahan. Seperti kata-kata inspiring dari Mario Teguh:

            “Wanita itu very smart. Dia menuntut Anda untuk menjadi laki-laki hebat−bukan untuk dirinya, TERUTAMA untuk Anda dan anak-anaknya. Apakah Anda memilih wanita yang tidak malu mempunyai suami atau calon suami yang tidak berencana menjadi apa-apa?

            “Anda tidak mungkin berhasil menarik perhatian wanita seperti itu dengan menjadi laki-laki yang tidak menjanjikan kehidupan yang baik, yang mapan, dan yang penuh dengan dinamika yang menumbuhkan dan membahagiakan. Karena dia berkualitas adanya. Jika Anda mengatakan dia matre, itu karena ketidak-ikhlasan Anda untuk menerima bahwa cinta dan keluarga membutuhkan biaya pemeliharaan dan pertumbuhannya.

            “Sudahlah, jangan hidup sibuk menuntut wanita untuk mau diajak susah. Hiduplah sepenuhnya menjadi lelanage jagad, laki-lakinya dunia, yang membanggakan orangtua, istri dan anak-anak.”

            Begitulah, mereka seringkali sulit diminta untuk mau berubah. Ya itu kan padahal untuk diri mereka sendiri pada akhirnya. Biasanya mereka baru mau berubah ketika giliran mereka mengalami sakit hati atau ada suatu kejadian akhirnya yang menyadarkan mereka untuk akhirnya mau berubah dan memperbaiki diri. Ah, entahlah… Bapak-bapak yang udah umur 40 tahunan aja bisa ada istilah puber ke-2 ya…

       Well, anyway, kesimpulannya adalah cinta dan komitmen itu membutuhkan biaya pemeliharaan dan keamanan finansial.

            Peace for the world.

Advertisements

~ by Rizki on December 23, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: