Asian Aesthethic

Sebenernya pikiran ini lagi penuh… Tadinya mau sekalian menumpahkan hasil kontemplasi tersebut di sini panjang-lebar, tapi aku lebih memilih untuk menulis post yang fun saja deh, hahah. Biasalah, kekesalanku terhadap orang-orang yang mispriority, tapi bawa-bawa agama. Seperti misalnya seorang istri yang dilarang bekerja oleh suaminya sementara suaminya belum memiliki penghasilan yang stabil, tapi anak dah banyak dan akhirnya malah merepotkan orang lain tanpa menjamin orang itu apa pun padahal orang yang membantu itu telah memberikan tenaga dan waktunya. Bahkan ucapan terima kasih pun tidak sama sekali. Oke, anak memang anugerah dan titipan Tuhan, tapi gak bisa ngasih makan anak-anak sendiri ya dosa. Maaf saja, aku bukan orang tradisional yang berpikiran tertutup seperti itu. Aku tidak bermaksud matre di sini. Justru seharusnya dengan realitas yang ada seperti itu, ya teamwork lah. Bekerja sama sebagai tim yang baik dengan usaha dan hasil jerih payah sendiri untuk membangun keluarganya itu sendiri. Ah, whatever lah. Bukan urusanku. Sama seperti mereka yang menjadikan agama sebagai politik, I don’t care. Btw, ada juga neh tetangga depan rumah di kampung halaman yang lulusan pesantren suka mukulin istrinya, menelantarkan anak-istrinya dan doyan maen perempuan (dengan dalil poligami? BAH!) akhirnya tewas kemaren karena kecelakaan motor dan orang-orang di sekitar rumah yang memang sudah mengetahui kekacauan orang itu hanya mengucapkan kata, “Kualat”. Orang yang tidak diterima di dunia dan selalu berbuat jahat terhadap orang-orang bagaimana bisa diterima akhlaknya di akhirat? Menurutku semuanya kembali lagi ke hati dan akhlaknya, bukan atribut keagamaan yang kita kenakan. Aku hanya berharap orang-orang seperti itu membaca tulisan ini dan introspeksi diri saja lah.

Oke lah, back to the main topic. Di sini hanya ingin membahas sedikit mengenai “Asian Aesthethic”. Term ini diperkenalkan melalui media seni, terutama pop culture dari Barat yang berkembang di Asia, khususnya Asia Timur (Jepang, Korea, China, Taiwan, dan negara sekitarnya. Hahah). Ciri khas yang paling tegas adalah ‘androgyny’, di mana sosok pria terlihat mirip wanita dan sosok wanita terlihat seperti pria. Di post yang lama aku sudah sering menyinggung emo style yang androgyny. Justru emo yang berkembang di Barat ini mengadopsi style Asia itu sendiri. Asian aesthethic ini banyak ditemui di drama Korea, Jepang, Taiwan saat ini. Di mana sosok pria yang memenuhi kriteria tampan khas sono adalah yang berkulit putih mulus dengan gaya rambut lurus medium dan postur tinggi ramping atletis. Sementara yang perempuan dinilai cantik ketika berkulit putih mulus, berambut hitam panjang lurus, ramping, imut, dan kekanakan. Tapiiiiiii… Kembali ke istilah ‘androgyny’ tersebut, saya akan memfokuskan tulisan ini ke pilihan “sosok wanita terlihat seperti pria”. Lagi tren juga ternyata (sambil memandang pantulan diri sendiri di cermin. Hahah).

Drama Asia saat ini cukup banyak yang mengambil tema sosok perempuan yang menyamar menjadi pria, meski dari zaman baheula juga udah ada cerita kayak Mulan atau Sam Pek Eng Tay (bener gak nih nulisnya?), tapi kalo yang versi drama sekarang ya disesuaikan dengan pop culture dan era sekarang. Contohnya adalah drama Korea Coffee Prince di mana Yoo Eun Hye berperan sebagai Goo Eun Chan, cewek tomboy black belt taekwondo yang harus bekerja keras karena menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu ibu dan adiknya (hmmm…? Sounds familiar… Heheh). Pekerjaan apa pun dia lakukan, termasuk menyamar menjadi cowok demi bekerja di sebuah kedai kopi yang memang karyawannya harus cowok semua.

 

Padahal Yoo Eun Hye aslinya kurang-lebih seperti ini nih:

Yang ini bareng Rain:

 

Termasuk juga drama Korea You’re (He’s) Beautiful, di mana Park Shin Hye berperan sebagai si kembar cowok-cewek Go Mi Nam dan Go Mi Nyeo yang tumbuh di panti asuhan. Go Mi Nam yang seorang pop idol di sebuah boy band harus ke Amrik sono untuk pemulihan kondisinya akibat salah operasi plastik (hahah… Terdengar norak ya), sementara Go Mi Nyeo yang sedang menjalani pelatihan calon biarawati tiba-tiba diminta menyamar menjadi saudara kembarnya itu oleh pihak manajemen boy band tersebut. Jadilah Go Mi Nyeo yang naif, kalem, dan kelewat jujur menyamar menjadi Go Mi Nam yang (seharusnya) serampangan dan urakan selama sebulan.

Yang ini bareng anggota boy band:

Jyahaahah… Nama band nya koq norak ya… 😛

Itu kan karakter fiksi… Nah, kalo tokoh di dunia nyatanya salah satu contohnya ada Amber Liu, Taiwanese American rapper/singer from Korean girl band  F(X).

Koq mirip Lee Dong-Hae dari boy band Super Junior ya…? Beneran, itu cewek loh…

Kalo di Indonesia mungkin ada Mitha, gitaris/vokalis The Virgin atau The Rock, yang bernama asli Cameria Happy Pramitha…

Yah, makin kacau deh postingan ini… Hahah. Diakhiri aja deh.

Ok. Peace for the world.

 

References:

Google Image (I don’t own those images above)

 

 

Advertisements

~ by Rizki on September 29, 2010.

One Response to “Asian Aesthethic”

  1. Bagi fans Yoon Eun Hye, suka dengan Yoon Eun Hye, mencintai Yoon Eun Hye, kunjungi ;

    http://gallianmachi.blogspot.com/

    Blog Update Yoon Eun Hye, dari Kami para YEH Warriors Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: