Another (Sci-Fi) Story

Well… Hi. I’m just wondering… Have you ever found out about secret or story from the past related to some of your members in your family? And, worse, you know those stories when he/she has already gone or died. It feels weird, like, ya know, even the person who you think you know him/her well, has many secrets you’ve never known before. And after you know it, you thought you know him/her well, but actually, you had no idea about him/her. It feels like you had lived with a stranger for all the time.

Hahah. I’m confused to write this post in English. Jadi banyak past present perfect tense nya begini yah (or whatever. Heheh). Intinya mah, merasa aneh deh ketika kamu mengetahui rahasia mengenai orang terdekat yang pada akhirnya terkuak, tapi justru ketika orang tersebut telah tiada. Rasanya seperti selama ini kamu tinggal dengan orang yang kamu kira kamu kenal, ternyata sekarang terasa seperti bahwa orang tersebut asing bagimu. Siapakah yang akan kamu percaya? Whom you trust?

Terdengar lebay ya. Tapi gw mengalaminya sendiri. Of course, gw nggak akan bahas di sini. Itu privasi. Tapi yang mau gw singgung sedikit di postingan ini adalah… Bahwa dari pengalaman dan kisah tersebut, gw mendapat inspirasi untuk menulis lagi. Tapi entah kapan gw punya waktu untuk memulai menuangkan kisahnya ke dalam bentuk tulisan (Lagi-lagi terbentur my job. Paling curi-curi waktu pas libur weekend or tanggal merah). Untuk saat ini yang ada di kepala hanya ide dan konsep. And… Of course, gw paling terbelakang kalo urusan romance, apalagi nulis kisah romance (maklum, cewe cadas n killer begini mana bisa romantis). Kalo kalian baca, kalian pasti akan menyimpulkan, “Pathetic” (dengan nada sarkastis) setelah kisahnya selesai kalian baca. Hahah. So, again and again… Gw akan menjadikan cerita ini bergenre sci-fi… Genre yang memang gw concern selama ini. Tapi tanpa fantasy. Gak ada unsur fantasy seperti kekuatan super or sihir and makhluk-makhluk legenda. Setting-nya dunia nyata, realistis, tapi di masa depan dengan atmosfer yang agak kelam pada era steampunk dan cyberpunk. Kalo bingung dengan 2 istilah tersebut, silahkan di-klik, maka akan link ke Wikipedia.

Tapi sebenernya faktor-faktor tersebut ada juga di novel gw yang sebelumnya (udah kena sindrome “malas mengedit” neh. Ceritanya memang agak berat, dengan tebal sekitar 500-an halaman. Untuk saat ini lebih baik nulis cerita baru yang lebih ringan deh kayaknya), meski lebih cenderung genre fantasy nya yang mendapatkan porsi lebih besar.

Kali ini gw menciptakan karakter seorang gadis in her twenty something yang menemukan fakta bahwa ternyata dia memiliki garis keturunan seorang bangsawan dari ayahnya, satu-satunya keturunan yang tersisa yang masih hidup akibat pembantaian besar-besaran karena kesalahan kakek buyutnya di masa lalu ketika memimpin rakyat. Gadis ini tinggal dengan keluarga dari pihak ibunya yang memang hanya rakyat biasa, dan menjalani hidup normal hingga usia 20-an. Namun, karena identitas yang sesungguhnya itu, keluarga dari pihak ibunya tersebut over-protective terhadapnya. Dari kecil dia telah dibekali martial arts (rencananya, salah satunya adalah judo! Yeah!) untuk melindungi diri, tapi bagi dirinya sendiri skill tersebut malah membuatnya memiliki peluang untuk menjadi rebel. Okay, karakter utama ini gw gambarkan sedikit mirip dengan gw, berambut pendek dan punk-ass. Dan dia semakin punk-ass ketika tahu rahasia yang terkuak itu. Menyadari bahwa selama ini dirinya memang berbeda dengan yang lainnya. Dan dia memutuskan untuk kabur dari rumah untuk melihat dunia, tanpa menyadari bahwa satu-persatu masalah dan malapetaka menghadang di depan. Orang-orang di rumah tempat tinggalnya selama ini kemudian telah ditemukan tewas, dan dia dituduh telah membunuh mereka. Tanpa dia menyadari saat itu, bahwa sesungguhnya banyak pula yang mengincar nyawanya. Satu di antaranya adalah sebuah organisasi bawah tanah (masih belum terpikirkan detailnya organisasi ini bergerak di bidang apa. Tapi anggotanya sendiri dalam konsep gw adalah orang-orang yang dahulu merupakan rakyat tertindas dan ingin membalaskan dendam karena insiden di masa lalu. Plus, high-tech organization!) yang menugaskan seorang assassin untuk membunuhnya. Tapi assassin yang satu ini pada akhirnya malah memihak si karakter utama dan bersama karakter pendukung lainnya, mereka bahu-membahu saling menolong dan melindungi. Kisah romance-nya sendiri, well… Gw berencana untuk memasangkan si karakter utama dengan assassin tersebut. Tapi, tentu saja, alur romance nya tidak akan semudah itu. They both have high egos, so hubungan mereka nggak akan secair hubungan… Well, terpaksa gw membandingkan Edward dan Bella dari Twilight saga. Hahah. Pokoknya jauh banget lah… Sama-sama martial artists pula tuh berdua. Kebayang lah berantemnya kayak gimana. Mungkin romance mereka lebih cenderung mirip (dan sebenernya agak terinspirasi oleh) karakter Elektra dan Matt “Daredevil’ Murdock deh.

Tentu saja, banyak karakter pendukung lainnya yang tak kalah penting. Baik yang peran serius maupun yang konyol, serta peran antagonis. Bahkan yang tadinya kita kira orang baik tapi ternyata antagonis juga ada (gw suka banget dengan karakter yang kayak begini. Hahah). See? Jadi complicated neh cerita, padahal yg tadinya cuma karena terinspirasi pengalaman pribadi. Hahah. Tapi ini masih konsep mentahan. Okay. So there are assassins, blood, action, martial arts, philosophy, high-tech and machines, psychology, punk style, and love. Pretty combination, huh?

Okay. ‘Nuf to write. Gotta back for work.

Peace for the world.

Advertisements

~ by Rizki on May 7, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: