The Clash at April 25th 2010

Actually, kemenangan yg gw bahas di postingan sebelumnya merupakan a very meaningful early birthday present for me. Karena di hari ultah gw yang jatuh pada hari Minggu, malah bener-bener hari yang aneh, plus gw kecapean setelah seminggu kemaren kerjaan gw under pressure, n besoknya memilih untuk beristirahat di kosan karena badan meriang, kepala pening, bersin-bersin, dan gigi superngilu setelah check up hari Sabtu nya.

Karena kejadian yang tidak sengaja sebenernya, gw akhirnya memutuskan untuk nonton Clash of the Titans hari itu juga bareng adik gw. Okay, I know, telat banget ya gw baru nonton hari itu, yang laen mah udah nonton dari kapan, padahal ini pilemnya Abang Sam Worthington dan gw dah menanti film ini sejak gw beres nonton James Cameron’s Avatar yang dibintangi Bang Sam juga. Kenapa gw sabar nunggu tanggal 25 untuk nonton film ini, karena dari awal bulan ini kakak ipar gw nawarin mau ngasih gw hadiah dgn mentraktir nonton film. Dari awal gw dah bilangin, gw mau aja nonton, asal gw gak keluar duit (gw lagi menekan pengeluaran), n filmnya adalah Clash of the Titans. Dia selalu bilang beres, it’s your birthday, blah blah.

Ketika hari itu tiba, dan gw serta adik gw pun di-“culik”, kejadiannya cukup mendadak. Gw yang memang cuek, hari itu keluar pake T-shirt di dalem punk hoodie Billabong warna abu-abu, celana cargo yang digulung jadi ¾, plus sandal gunung Eiger, ya menganggap toh cuma nonton aja hari itu. Ternyata, ada maksud tertentu terkait dengan bisnisnya. Jadi, dia mengajak 2 orang temannya, dan… Filmnya adalah… Menebus Impian (yang memang bertemakan bisnisnya). Jadi dia sendiri juga gak perlu bayar tiket sepertinya karena memang sudah terkait dengan acara bisnisnya tersebut untuk mempresentasikan, mengenalkan, sekaligus merekrut (atau apalah namanya) rekan bisnis baru. Terus terang, gw dan adik gw gak begitu suka cara dia seperti ini. Kenapa nggak bilang dari awal? Dan keukeuh pgn nonton di BSM (sudah bagian dari acara bisnisnya, memang). Jauh, lama, gw belum mkn siang saat itu, dan cucian belum beres sebenernya, tapi dah keburu diculik. Ditambah, mereka mau beli cemilan dan solat Dzuhur dulu. So, ketika mampir di sebuah mini market yang kebetulan berada di dekat BIP, gw dan adik gw akhirnya memutuskan untuk turun dan berpisah dengan mereka di situ. Kami berdua memutuskan untuk ke BIP dan akhirnya nonton Clash of the Titans dengan gw menraktir adik gw nonton sebagai traktiran ultah (hahah, konyol. Keluar duit juga akhirnya).

Kekesalan cukup terbayar lah akhirnya dengan melihat Bang Sam. But, it was, really, the weirdest birthday I’ve ever had.

Well, Clash of the Titans yang baru itu sendiri, ceritanya cukup berbeda dengan yang versi 1981 sepertinya (meski gw belum nonton yang versi jadulnya). Yang baru ini ada karakter Io (portrayed by Gemma Arterton), yang tergabung dalam kelompok perjalanannya Perseus. Io di sini dijadikan love interest nya Perseus, sementara dalam mitologi aslinya, Io merupakan salah satu selingkuhannya Zeus (Wkakakak… Langsung tersambar petir neh kyknya gw). Kalo versi yang jadul Perseus akhirnya married dengan Andromeda (mitologi aslinya juga begitu), di sini ceritanya cukup mengejutkan. Andromeda memang menawari Perseus untuk menjadi Raja dan memimpin negeri bersamanya, tapi Perseus menolak dan lebih memilih untuk menjadi ksatria. Dan… Perseus lebih memilih Io yang usianya sudah ratusan tahun tapi tetap awet muda karena telah dikutuk oleh dewa. Hahah… Ini memang mitologi yang dibuat pop (layaknya Percy Jackson atau Merlin series), bukan epic kolosal. Tapi jadi unik n nggak klise, menurut gw. Dan gw juga suka banget dengan karakter Io di sini. Lebih mirip Athena deh. Btw, action nya lebih a la Hollywood, dan durasi filmnya juga gak selama film kolosal. Cuma sekitar 1 jam 20 menit. Gw suka desain kostumnya, mengingatkan gw akan anime Saint Seiya (dan melihat Andromeda yang diikat untuk dikorbankan pada Kraken, gw jd inget Shun Andromeda. Andromeda seharusnya dirantai, makanya Shun Andromeda senjatanya rantai nebula. Eh, dah pada tau kan kalo Shun Andromeda itu di versi Jepangnya adalah laki-laki? Kalo pas di-dubbing bahasa Indonesia kan jadi suara cewek. Padahal seharusnya dia itu pria yang androgini. Dan love story nya emang sama Hyoga Cygnus. Mungkin karena kalo di sini yang nonton kebanyakan adalah anak-anak, jadi di-dubbing pake suara cewek aja kali ya. Heheh…). And pas gw cek Wikipedia, ternyata desain kostumnya memang terinspirasi oleh anime Saint Seiya dan sutradaranya, Louis Leterrier, merupakan fan berat anime tersebut.

Secara keseluruhan, filmnya keren lah. Nggak klise, tapi agak disayangkan sisi emosional n psikologis Perseus kurang banget porsinya. Terutama kebingungan dia dari yang merasa dirinya hanya manusia biasa tiba-tiba mengetahui fakta bahwa dirinya adalah Demi-God. Atau Bang Sam nya kurang total aktingnya ya…? Dan Titans di sini maksudnya siapa ya? Kurang fokus ke situ deh. Salah satu Titans yang bernama Kronos merupakan orangtua dari 3 Dewa Utama, Trinitas: Zeus, Poseidon, Hades. Kemudian ketika lahir para Olympians lainnya, rezim kepemimpinan pun diambil alih oleh Zeus. Gw masih gak ngerti sebenernya dengan Titans di film ini… Dan, sayangnya, gw nonton bukan yang format 3D…

Advertisements

~ by Rizki on April 27, 2010.

2 Responses to “The Clash at April 25th 2010”

  1. hehe…happy birthday ya spu2 gw yang paling gokil abis (golongan orang2 killer)..^_^
    semoga diumurmu yang kesekian tahunnya membuat dikau semakin matang dalam segala hal.

    salam juga buat yang ngajakin nonton “Menebus Impian”, ehehe..

  2. Bwahahah…
    Amiien…
    Yo wis lah, ntar disalamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: