My Top Ten Heroines List!

Setelah nulis yg berat-berat, sepertinya gw perlu sedikit santai dengan nge-post tulisan yg agak menghibur deh. Hahah. Okay, gw iseng bikin top ten list jagoan cewek versi gw sendiri. Berhubung sekarang sudah masuk bulan April, di mana di bulan ini kita memperingati Hari Kartini yang telah berjasa dalam mendidik dan memajukan kaum wanita dalam sejarah bangsa kita (hahah…), gw iseng nulis n nge-post tulisan ini. Mohon maaf apabila tulisan yg ini agak berbau feminisme (yg dulu-dulu juga gitu padahal, hahah). Feminisme? Hmm… Atau sensitivitas gender ya? (heheh…) Karakter-karakter jagoan cewek dalam list ini gw ambil dari pop culture (film, video game, karya fiksi, komik, etc.) dan beberapa literatur/sejarah, serta bersifat sangat subjektif. Mereka lebih merepresentasikan sosok cewek tangguh yang jadi favorit dan telah banyak menginspirasi gw (terutama untuk novel gw, heheh). Mungkin versi kalian jauh berbeda dari versi gw, it’s okay. Siapa tau ada yang terinspirasi untuk bikin versi kalian sendiri. Well, this top ten list is to prove that many girls are more than just a pretty face!

So, c’mon, Ladies… Let’s kick some butt!

1. Lightning (Final Fantasy XIII)

Lightning

Oerba Yun Fang

Sebenernya ada dua karakter jagoan wanita dari Final Fantasy XIII yang ingin gw cantumkan di list ini. Satunya lagi yaitu Oerba Yun Fang. Tapi antara Lightning dan Oerba Yun Fang, akhirnya terpaksa gw lebih memilih Lightning (tapi pic dua-duanya gw pasang juga di sini). Selain karena, Lightning adalah karakter utama dalam game ini, juga karena Lightning adalah karakter utama dalam game ini (Lho?). Hahahah… Bingung ya? Maksud gw, lihat deh, sepanjang sejarah game (dan beberapa anime) Final Fantasy, seri game yang terbaru ini pertama kalinya menampilkan tough woman warrior sebagai karakter utama. Seri game yang sebelumnya memang banyak karakter wanita tangguh juga sih, sebut saja Tiffa Lockhart dan Yuffie Kisaragi (Final Fantasy VII), Quistis Trepe (Final Fantasy VIII), atau Rikku (Final Fantasy X), tapi mereka hanya sebagai karakter pendamping, bukan karakter utama. Lightning ibarat Cloud Strife (karakter utama Final Fantasy VII) versi wanita. Desain awal karakter ini malah justru terlihat lebih maskulin dari sosok yang sekarang. Sebelumnya, warna rambutnya lebih gelap dan posturnya digambarkan lebih atletis. Namun, akhirnya pihak kreator memutuskan untuk membuatnya terlihat lebih ‘manis’ meski karakternya tetap begitu keras kepala, kuat, dan sangat mandiri. Bagi kreatornya sendiri, sungguh sulit menciptakan sosok wanita cool yang mendominasi keseluruhan kisah tanpa terlihat atraktif, jadi maskulinitas Lightning diimbangi dengan suara dubber-nya, Mayaa Sakamoto (dalam versi Jepang) yang mampu memberikan aura kelembutan sekaligus ketangguhan pada sosok Lightning ini. Pihak kreator akhirnya mentransfer faktor keatraktifan Lightning kepada sosok Oerba Yun Fang. Karakter Oerba Yun Fang yang kostumnya terinspirasi oleh kain sari India ini memang jadi terlihat cukup mendominasi juga ketika berada satu tim dengan Lightning. Well, you go, Girls! Okay, gw memang belum nyoba maenin game yang satu ini (Bah, PlayStation 3 console! Formatnya Blu-Ray disc! Gigit jari lah gw!) jadi gw belum tau system gameplay nya seperti apa. Dan meski kabarnya game ini belum menembus angka sukses di pasaran, tapi gw suka storyline dan event game nya yang menyatu dengan cerita. Belum bisa tembus angka sukses apa dikarenakan angka 13 itu angka sial ya? Atau karena PlayStation 3 dan Blu-Ray disc mahal? Atau karena karakter utamanya adalah wanita?

2. Athena, Goddess of War and Wisdom

Dewi Kebijaksanaan dan Ilmu Pengetahuan dalam mitologi Yunani, adik dari Ares sang Dewa Perang dan merupakan putri dari Zeus dan Metis. Salah satu anggota dari 12 Dewa Olympus generasi kedua ini diberkahi kekuatan oleh ayahnya serta kepandaian dan kebijaksanaan oleh ibunya. Athena terkenal akan belas kasihannya pada manusia saat para dewa yang sewenang-wenang berkuasa. Dia pernah membunuh Medusa dan meletakkan kepalanya pada sebuah perisai yang bernama perisai Aegis, sebuah perisai yang menurut mitos sangat kuat. Menurut mitos yang ada, Zeus sempat menolak kelahiran Athena karena sebuah ramalan mengatakan bahwa anak dalam kandungan Metis memiliki kekuatan di atasnya dan dapat menggulingkan Zeus dari tahta (Cinemags magazine ed. 127, February 2010). Dalam mitologi Yunani, Athena is my favourite Goddess, and Hades is my favourite God (hey, I’m the daughter of Hades, remember? Hahah… LOL). Athena sosok yang sangat rasional, cerdas, dan berkuasa. Kelemahannya mungkin yaitu sebagai wanita ia terlalu logis dan tidak emosional.

3. Elektra Natchios

Elektra merupakan fictional character kekasih Matt Murdock a.k.a Daredevil  publikasi Marvel Comics. Dia adalah seorang kunoichi atau ninja assassin wanita yang bersenjatakan sepasang sai (semacam belati trisula). Elektra lahir di Yunani dekat Laut Aegean. Ayahnya, Hugo Kostas Natchios adalah seorang diplomat. Ibu Elektra bernama Christina Natchios dan kakak lelakinya bernama Orestez Natchios. Sejak kecil Elektra telah diajari self-defense dan martial arts mengingat begitu banyak orang-orang yang mengincar nyawa keluarga Natchios. Perjalanan hidup Elektra sendiri cukup rumit, dikisahkan ia pernah mengalami kematian (koma lebih tepatnya) dan kemudian dapat hidup kembali hingga akhirnya memilih menjadi seorang assassin atau pembunuh bayaran. Gw suka banget dengan karakter Elektra ini (dan menginspirasi gw untuk menciptakan salah satu karakter di novel gw), bahkan sejak ketika film nya rilis tahun 2005, gw sempet memajang poster film nya di dinding kamar gw selama beberapa tahun.

Well, Mbak Jennifer Garner (aktris favorit gw!) merupakan sosok yang pas untuk memerankan Elektra Natchios ini. Dia cukup sering memerankan peran-peran tipikal cewek jagoan seperti ini karena memang salah satu keunggulan kemampuan aktingnya yaitu stage combat.

4. Abigail Whistler

Sama seperti Elektra, Abby juga fictional character ciptaan Marvel Comics. Abby muncul untuk film Blade 3: Trinity. Tokoh ini diciptakan khusus untuk filmnya dan tidak ada dalam versi komiknya. Jadi, beberapa perbedaan lainnya juga terjadi, seperti misalnya kelompok Nightstalkers yang membantu aksi Blade dalam membasmi para vampires, kalau versi komik dipimpin oleh Hannibal King, tapi untuk filmnya dipimpin oleh Abby atas permintaan ayahnya, Abraham Whistler, mentor Blade, yang kemudian tewas. Abby dididik dan dilatih sebagai vampire slayer oleh ayahnya sendiri secara diam-diam tanpa diketahui oleh Blade. Dibentuknya kelompok Nightstalkers pun dengan harapan bahwa Blade tidak lagi berjuang seorang diri, apalagi mengingat bahwa meskipun Blade yang merupakan vampire hybrid kebal terhadap sinar matahari, akan tetapi ia tidak tidak dapat hidup abadi seperti vampire lainnya. Pertemuan Blade dengan Abby (bersama Hannibal King) pun terjadi secara tiba-tiba, yaitu ketika Blade ditawan dan beberapa hari setelah Abraham tewas.

Mbak Jessica Biel (dan beberapa aktor lainnya) berlatih fisik dan diet ketat setiap hari selama 3 bulan sebelum syuting dimulai. Dan ketika syuting porsinya adalah 50% akting dan 50% martial arts plus self-defense. Hingga tiba saatnya syuting, katanya Jessica Biel hanya memiliki sekitar 8-12% body fat! (sebagai perbandingan, orang yang jarang berolahraga dan tidak mengatur pola makannya dengan baik memiliki sekitar 40-50% body fat) Latihan fisik Jessica Biel meliputi fitness (angkat beban dan cardio), kick-boxing, memanah, street martial arts dan self-defense, dan menembak. Dan totalitas ini terbukti dengan betapa pasnya dia memerankan Abigail Whistler.

Abby ditampilkan sebagai sosok yang selalu memendam emosinya dan memperlihatkan ketangguhannya pada semua orang. Namun, karakter ini diciptakan untuk versi filmnya sebagai sosok yang sangat manusiawi di antara karakter lainnya (maklumlah, adaptasi komik soalnya). Uniknya, ketika hendak beraksi, Abby tidak hanya menyiapkan senjata dan pelengkapan bertarung lainnya, tetapi juga tidak lupa membawa ipod (lengkap dengan earset-nya) berisi lagu-lagu cadas favoritnya yang akan dia dengarkan saat membasmi para vampires (kalo kata Hannibal King, “Those tracks are kinda like her soundtracks”).

5. Neytiri

Okay, forget about her 3 metres tall-with-blue skin and tail appearance. Neytiri yang se-‘orang’ Na’vi yang mendiami planet Pandora, putri kepala suku Omaticaya, memiliki keberanian dan skill bertarung yang justru memikat manusia prajurit militer asal Bumi bernama Jake Sully. Meski ada faktor cerita Romeo & Juliet serta Pocahontas & John Smith, James Cameron menciptakan tokoh Neytiri sebagai female Na’vi yang keras kepala, berani, nekat, lihai, dan juga sebagai mentor Jake Sully. Karakter ini unik dan gw gak bisa membayangkan aktris lain selain Zoe Saldana yang meng-’hidup’-kannya. Saldana juga berlatih fisik secara intens sebelum syuting dimulai, meliputi fitness (angkat beban dan cardio), martial arts dan self defense, serta memanah, selain mengandalkan mimik wajah, gesture, dan aksen Na’vi saat berdialog bahasa Inggris serta bahasa Na’vi itu sendiri ketika berakting. Oel ngati kameie!

6. Agent Sydney Bristow

Gw gak terlalu mengikuti seluruh episode dan season serial Alias besutan J. J. Abrams sebenernya (apalagi gw denger endingnya agak klise ala Twilight saga gitu deh), tapi sosok Agent Sydney Bristow selalu memikat di setiap aksinya. Diperankan oleh aktris yang sama dengan yang memerankan Elektra (lihat posisi 3), yaitu Mbak Jennifer Garner, Sydney Bristow digambarkan sebagai sosok yang kuat secara fisik dan emosi. Dia selalu berhadapan dengan trauma yang signifikan selama bertahun-tahun: kematian tunangannya, kematian sahabatnya, rahasia yang terkuak bahwa ibunya adalah mantan mata-mata Uni Soviet ketika Perang Dingin terjadi, hingga kehidupan dengan banyak topeng yang harus ia kenakan karena tugasnya sebagai seorang mata-mata. Sebagai double-agent alias agen ganda karena bekerja secara diam-diam untuk 2 organisasi sekaligus (konspirasi banget ya), yaitu CIA (secara legal) dan SD-6 (sub-organisasi bawah tanah yang sedang diincar CIA), Sydney memiliki keahlian tinggi dalam ilmu bela diri Krav Maga (martial arts plus self defense a la militer Israel) dan juga seorang yang polyglot alias fasih menguasai berbagai macam bahasa (bukan bilingual lagi bo!) selain Inggris, yaitu Rusia, Jerman, Yunani, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Portugis, Ibrani, Arab, Urdu, Hindi, Kanton, Mandarin, Jepang, Korea, Vietnam, Serbia, Bulgaria, Polandia, hingga salah satunya juga bahasa Indonesia (woo-hoo!), dan masih banyak lagi (buset dah! Ini manusia apa bukan ya?). Ini dapat kita lihat di setiap episode nya dalam aksi spionasenya. Dan sepanjang serial berlangsung, kode namanya yaitu Bluebird, Freelancer, Mountaineer, dan Phoenix. Dan di salah satu episode ada aksinya yang tanpa sengaja menggunakan sepasang sai (yang padahal tadinya hanya sebagai pajangan di lokasi terjadinya penyerangan) dan langsung mengingatkan kita akan karakter Elektra Natchios yang juga diperankan oleh aktris yang sama (Trivia! Hahah…).

Ditambah dengan gelar akademis bachelor dan master degree (tapi gw lupa major-nya) yang dimilikinya, dapat dibilang bahwa Sydney Bristow merepresentasikan sosok feminis di dunia modern sekarang ini: sangat cerdas bahkan mungkin jenius, tetap berjiwa sosial tinggi, kuat secara fisik dan emosi, mandiri, tapi juga tetap manusiawi (dia tetap mendambakan memiliki keluarga dan kehidupan normal jauh di lubuk hatinya). Go Sydney!

7. Eowyn of Rohan

Sebagai satu-satunya karakter wanita dalam The Lord of the Rings trilogy karya J. R. R. Tolkien yang ikut bertempur di medan perang, sosok Eowyn of Rohan langsung captured my heart begitu gw baca buku dan nonton filmnya. Meski harus bersaing dengan Arwen Undomiel (dan tampaknya di luar sana fans Arwen jauh lebih banyak) dalam kisah cintanya dengan Aragorn, Eowyn dideskripsikan begitu tangguh tapi juga rapuh dan sangat manusiawi oleh Tolkien. Eowyn yatim piatu. Dia tinggal bersama kakak laki-lakinya, Eomer, sepupunya, Theodred, dan pamannya, Theoden, Raja Rohan. Keluarganya nyaris hancur berantakan karena serangan para Orc. Theodred tewas dan Theoden nyaris hilang ingatan karena di bawah pengaruh abdi Saruman. Sebagai satu-satunya wanita di keluarga kerajaan, Eowyn memikul tanggung jawab dan tuntutan yang cukup berat di bahunya. Ditambah dengan cintanya yang ditolak oleh Aragorn, Eowyn dengan hati hancur dan putus asa memutuskan untuk menyamar menjadi pria bernama Dernhelm dan secara diam-diam ikut bertempur di medan perang bersama para prajurit Rohan lainnya. She got skill and guts! Gelar Shieldmaiden of Rohan ia dapatkan setelah berhasil membunuh The Witch King. Beberapa sastrawan berpendapat bahwa Tolkien sendiri menciptakan karakter ini karena terinspirasi oleh sosok prajurit wanita Joan of Arc dalam sejarah Perancis.

8. Chris Lightfellow

Salah satu karakter penting dalam game dan manga Suikoden 3. Gw tahu tokoh ini karena adik gw maenin game-nya untuk console PlayStation 2 (tapi di PC, heheh) dan gw juga sempat baca manga-nya. Chris merupakan kapten dan satu-satunya ksatria wanita di antara para ksatria Zexen. Ia berdarah bangsawan dan mewarisi keahlian bertempur dari ayahnya, Wyatt Lightfellow, yang juga seorang ksatria bangsawan Zexen. Kisah kesehariannya dalam game dan manga seringkali kocak dikarenakan dia dikelilingi oleh para ksatria pria seperti Borus dan Percival yang menghormati sekaligus mengaguminya. Dan hal ini tambah kocak karena Chris sendiri sosok yang setipe dengan Dewi Yunani Athena: rasional, cerdas, dan berkuasa. Dan kelemahannya adalah tidak ekspresif, cuek dengan masalah perasaan, terlalu logis dan kurang emosional. Jadi kebayang kan, di saat Borus, Percival dan ksatria lainnya sedang hang out, obrolan mengenai Chris seringkali tidak pernah lepas dari topik pembicaraan mereka. Terutama Borus, yang diam-diam naksir Chris dan hubungannya dengan kaptennya itu terasa begitu rumit, antara misi, tanggung jawab, tuntutan sebagai seorang bawahan, tapi juga keinginan untuk melindungi Chris yang seorang wanita yang disayanginya.

9. Annabeth Chase

Between Hermione Granger from Harry Potter series and Annabeth Chase from Percy Jackson series, I’d prefer Annabeth Chase. Tapi gw lebih suka sosok Annabeth Chase versi filmnya sebenernya, terlihat lebih meyakinkan. Hermione is smart indeed, and so is Annabeth. But, for me, pertempuran dengan menggunakan pedang, perisai, serta busur dan anak panah terlihat lebih meyakinkan dibandingkan dengan tongkat sihir. And Annabeth got skill with those weapons as well as close-range combat and martial arts techniques. Meski di urutan ke-2 ada Athena, well, Annabeth Chase bukanlah Athena. Jadi gak ada masalah untuk mencantumkan dua karakter yang memiliki koneksi tersebut di sini, hahah.

10. Hua Mulan

Antara Joan of Arc dan Mulan. Akhirnya gw pilih Mulan (bukan Mulan Jameela!). Sebenernya Joan of Arc lebih menginspirasi gw karena sejak gw kecil (kelas 3-4 SD) gw dah baca kisahnya dan langsung jadi idola gw. Gw nonton pilem yang versi aktrisnya Leelee Sobieski dan yang Milla Jovovich. Untuk storyline, gw lebih suka yang versi Leelee Sobieski. Tapi untuk karakter sosok n figur Joan of Arc itu sendiri, menurut gw Milla Jovovich yang androgini lebih pas dan meyakinkan untuk memerankannya. Tapi di list ini gw pilih Mulan ajah karena di urutan ke-7 sudah ada Eowyn of Rohan yang menurut gw cukup merepresentasikan European heroin dan sosok Joan of Arc itu sendiri. Hampir mirip seperti Eowyn, Mulan menyamar menjadi seorang pria untuk ikut bertempur bersama para prajurit pria lainnya. Pada masa itu setiap keluarga harus merelakan anggota keluarga pria untuk ikut wajib militer. Karena di keluarga Hua tidak ada anak laki-laki, maka kepala keluarga terpaksa pergi demi tuntutan tugas dan tanggung jawab tersebut. Tidak rela ayahnya yang sudah tua mengikuti wajib militer dan gugur di medan perang, maka Mulan pun menyusul ayahnya dengan menyamar menjadi pria untuk menggantikan beliau. Dalam versi film terbarunya yang dibintangi oleh Vicki Zhao Wei, Mulan menghabiskan waktu selama 12 tahun di garis depan medan pertempuran tanpa diketahui identitasnya, sebelum kemudian kembali membawa nama yang harum untuk keluarganya dan negerinya. Dalam film ini juga disisipkan kisah cinta antara Mulan dan Jenderal Wentai, and it has different atmosphere than the Disney’s animation… It’s a way darker, so emotional, and bloody.

Milla Jovovich as Joan of Arc

Leelee Sobieski as Joan of Arc

Well, mungkin memang masih banyak heroines lainnya, seperti Lara Croft, The Bride (Uma Thurman) dalam film Kill Bill, atau Selene dalam film Underworld, dan masih banyak lagi, tapi mereka terpaksa tidak masuk top ten list ini karena yang termasuk dalam list ini yaitu hanya sosok-sosok favorit dan menginspirasi hidup gw. Heheh…

So, back off, Guys. Ladies have their games too!

Advertisements

~ by Rizki on April 12, 2010.

2 Responses to “My Top Ten Heroines List!”

  1. hmmmmm sensitivitas gender ya….. kyknya pernah denger dimana gitu…. hahahaha……….. 😛

    Saya kok suka Lara Croft yah? entah juga…. 😀

  2. Hahah… Sensitivitas gender… Trims atas referensinya 😛
    Banyak sih sebenernya… Mila Jovovich di Resident Evil or pas dia maen Ultraviolet juga keren tuh… Tapi entah napa kurang greget jd gak masuk list ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: