My Thoughts for Today

I don’t wanna waste my lifetime to become someone else. Gw emang sudah begini apa adanya. Orang lain setuju or tidak dengan gw yg seperti ini ya itu urusan mereka. Intinya, gw gak pernah mengusik kehidupan kalian, so don’t even think to comment or judge about my life. Hidup gw yg menjalaninya ya gw sendiri. Bahkan ketika manusia meninggalkan dunia pun, dia pergi seorang diri. So, again, just stop pretending like you care while you don’t. Sudah banyak yang bilang, “Ki, coba agak berubah dikit,” or “Ayo dong, ubah penampilannya,” or “Coba kamu pake baju yg blah blah blah atau coba produk kosmetik blah blah atau pake sepatu yg ini deh.” Kalian mau menjamin apa sih? I don’t have money to buy those stuff. I can’t afford them. Emang kalian nyokap gw n mau beliin semua itu? Yg ada gw harus menghidupi nyokap n adik gw n I don’t care about those stuff. In fact, I don’t like those stuff. Glad to hear that?

Gw dah bosen mengumpat, mengeluh, dan mengutuk terus-menerus. But, gw gak bisa berhenti melakukannya selama orang-orang berkomentar mengenai hidup gw dan mereka selalu merasa yg paling benar. Yeah, I know, y’all have perfect lives… So, just mind your own business, okay?!

Mungkin gw emang sedang berada pada masa kritis. Gw dari dulu emang berbeda dengan gadis-gadis pada umumnya. I don’t buy clothes, shoes, or make-ups. Damn, siapa sih yang menciptakan make-ups or hi-heels? Bikin gw repot ajah. Temen-temen cewe gw pada kabur karena gak tahan dengan hobi, karakter, dan kebiasaan gw. Malahan temen-temen cewe entah kenapa terlalu ngotot menargetkan untuk nikah umur 23 lah atau umur segini harus dah punya anak lah (nah, kalo ternyata nggak bisa punya anak gimana? Atau hal lain yg lebih kasar, misalnya usia kalian ternyata engga nyampe segitu. Harus tetap realistis juga lah, wake up and face the reality). Pikirin dulu tuh bekal buat ke arah sana!  (Oh ya, gw lupa, kalian kan orang kaya) Atau pasangannya sanggup engga buat nikah umur segitu?  Kerja dulu yang bener. Terjun ke masyarakat! Belajar disiplin, lihat dunia dan realitas seperti apa. Btw, temen-temen cowo banyak, tapi entah kenapa di usia sekarang mereka malah lebih fokus buat cari jodoh juga sementara gw belom mikir ke arah sana samasekali. Jadilah gw hidup di tengah-tengah dua kelompok itu, sendirian. Gw gak bisa masuk kelompok cewe dan juga jadi susah diterima di kelompok cowo. Masing-masing kelompok topik obrolannya sudah berbeda dan selalu menjurus ke arah gender/seksisme/marriage/patriarchy. Tidak ada lagi  yang membicarakan impian, ambisi, cita-cita, hobi, minat, atau humanisme. I hate that.

Gw bingung apa yg sebenarnya terjadi di dalam negara demokrasi ini. Kenapa orang-orang ngurusin amat hidup orang lain sih? Yg ngejalanin gw, napa jadi situ yg ribut? Dan ada apa dengan ego kalian yang meneriakkan ideologi dan merasa masing-masing kelompok yg ideologinya paling benar? Bangsa kita sudah lama berjuang hidup tanpa /dan terus menggali identitas dan kalian mau semakin merusaknya? Kultur dan etnis keberagaman/pluralisme atau perbedaan/diversity yang dahulu kita banggakan sebagai bangsa Indonesia yang madani semakin memudar sekarang justru karena ego kalian yang menggembar-gemborkan keseragaman, bukan lagi keberagaman. Apa kalian tidak peduli dengan orang-orang lain dengan latar belakang etnis, agama, budaya yang berbeda dengan kalian namun sama-sama menginjakkan kaki di bumi pertiwi dan menghirup udara di zamrud khatulistiwa ini? Mereka yang telah berjuang bersama di masa lalu bahkan mungkin telah mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang kompetisi dunia sementara kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri? Kenapa kalian tidak berpikir panjang ke depan dan visioner sih? Sistem keseragaman secara politik seringkali tidak berhasil di banyak negara manapun, dan pada akhirnya akan berakhir dengan perang. Apa yang akan terjadi dengan keluarga kalian nanti? Kemiskinan, kematian, dan masih banyak lagi. Itukah yang memang kalian inginkan?

Dan yang pasti, gw sangat pro birth control. Negara kita sudah sangat padat penduduknya. Angka kelahiran terus bertambah sementara kemiskinan tak kunjung mereda. Sistem pendidikan dan ekonomi semakin kacau.  Anak-anak terlantar di mana-mana (yang katanya dipelihara oleh negara). Kita mungkin akan terus-menerus  menyalahkan pemerintah and it’s just wasting our times. Padahal sesungguhnya hal ini juga problem hidup yang harus kita tanggulangi sebagai warga negara. Jadi, daripada menyalahkan pemerintah terus-menerus, mulailah untuk mencoba bertindak dan memulainya dari hal kecil. Tau nggak, gw pribadi punya impian untuk hanya punya seorang anak kandung kelak jika telah berkeluarga, ditambah 2 orang anak adopsi. Atau kalaupun gw nanti nggak bisa punya anak (prepare for the worst… Jangan terlalu mengharapkan hidup yang selalu sempurna), gak ada salahnya mengadopsi anak kan? Isu kemanusiaan ini merupakan tanggung jawab gw sebagai manusia. Gw nggak mau jadi manusia egois. Atau ini bisa jadi  sebuah gambaran kan buat para praktisi nikah siri atau poligami misalnya. Atau untuk pihak tertentu yang suka bikin fatwa yang aneh-aneh dan mengharamkan hal-hal yg samasekali tidak penting. Akan lebih mulia kalau otak kalian dipake untuk menciptakan/memberikan tempat perlindungan yang layak bagi anak-anak terlantar dan memperbaiki sistem pendidikan serta ekonomi negara kita. Tambahan, dikutip dari diskusi dengan seorang teman yang sempat terlibat diskusi dengan suaminya yang open minded. Bukan karena perempuan terlalu perasa atau sensitif sehingga tidak mau dipoligami. Justru ketidakbersediaan perempuan dipoligami adalah imbas dari eksisnya fenomena tersebut. Jika poliandri eksis, saya yakin imbasnya adalah para pria lah yang akan menjadi sangat sensitif dan perasa (ego kalian tinggi banget sih?).

Ya sudahlah. Just my thoughts for today.

Peace for the world.

Listening to : Nuttin but Stringz – Thunder

Advertisements

~ by Rizki on February 19, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: