Finally… Aikido


shodans-in-action

Finally… the time has come… untuk keluar dari pertapaan gw. Gw memilih Aikido sebagai martial art yg ingin gw tekuni. I think I’d even wanna be a master of Aikido (amiin… let’s pray together. But, take it easy, just take your time… Who knows what the future would bring). I know, gw harus latihan yg rajin dan kerja keras. Latihan, latihan, dan latihan. Bahkan kerja keras di sini termasuk dengan berangkat dan pulang sendirian malem-malem (jam latihannya at 7 p.m.-8.30 p.m. soalnya). Okay, maybe I’m insane… But, I’m already insanely in love with Aikido. Wish me luck!

Latihan perdana kemaren ini mantep juga, walau sebelum berangkat gw panik setengah mati dan nervous banget (my lil sis, Kucha, ngakak melihat kepanikan gw)… dah seperti mau berangkat first date gtu (padahal pas gw first date ajah, gw gak sampe panik dan nervous deh…). Heheh. Lebih mirip seperti ketika hari sidang skripsi. Gw jg ngerasa cupu banget pas melangkah masuk ke dalam dojo dan mengenakan Aikido-gi. Sebenarnya Aikido-gi nya ngepas badan banget… junkies gtu deh jdnya… dan entah kenapa koq gw malah jadi keliatan kekar ye? Padahal dulu klo pake Judo-gi waktu ikutan Judo badan gw paling kecil di antara rekan-rekan latihan se-dojo (padahal berat badan dah turun banyak sekarang)… hahahah. And… orang-orang di sana juga memandang gw dengan pandangan ”What the—?” Well, mungkin karena sangat jarang kaum hawa di sana… sekali latihan paling hanya ada 2-3 orang cewe.

aikido-gi

hakama

And why many people thought that I’m still a college student, or worse… high school student!? Nih muka gw babyface banget kali ye… apalagi kalo ntar serius di Aikido. You know what, teknik jatuh dan membanting diri (ukemi) dalam Aikido (dan juga Judo) itu melancarkan peredaran darah ke otak dan bikin para Aikidoka terlihat awet muda. Bahkan, nggak heran, di Jepang sana, para Akidoka yg udah kakek-kakek pun (usia 70-80an tahun) masih sanggup melatih murid-muridnya dan punya daya ingat yg kuat!

Bahkan sensei yg melatih gw, Pak Acen Tanuwijaya, usianya udah hampir 70 tapi masih fit banget. Dan ternyata, beliau juga pemegang DAN tertinggi (DAN 7) Taekwondo di Indonesia dan dapet gelar Grandmaster langsung dari WTF (World Taekwondo Federation) serta pernah ke Korea! (Kucha semakin bend on her knees… :P) Gw semakin nervous ajah dilatih ma beliau… heheh. Sungguh suatu kehormatan. Tapi ternyata beliau asik dan nyantai orangnya, meski pas ngelatih disiplin banget dan memaksa kita untuk harus tetap fokus. Kalo pikiran kita blank or salah gerakan dikit ajah beliau langsung ngomel deh… hahah.

Tapi ternyata berlatih Aikido membutuhkan daya imajinasi yang tinggi juga. Kita perlu membayangkan lawan kita, membaca arah gerakannya ke mana, dan dari situ mengambil keputusan hendak melemparnya ke arah mana dengan tetap mengingat posisi tubuh dan sendi lawan serta kita sendiri. Btw, karena sebelumnya gw pernah ikut Judo, syukurlah gw ga perlu berlama-lama berlatih teknik ukemi terus-menerus. Beberapa orang tampak kaget gw baru latihan hari itu tapi dah bisa ukemi. Pak Acen bilang, ”Ok, bagus!” Yah… padahal dah pura-pura keliatan cupu neh… heheh. Tapi teknik ukemi-nya juga agak berbeda dengan Judo, jd bikin gw agak bingung juga. Dan syukurlah efek ukemi-nya ke badan gw ga separah waktu pertama kali gw ikut Judo dulu. Badan emang pegal-pegal dan agak memar sekarang, tapi dulu mah gw sampe ga bisa bangun dan nyeri banget kalo bergerak sedikit ajah.

Oh ya, mungkin biayanya agak mahal sih dibandingkan dojo-dojo lain terutama di universitas (tapi masih jauh lebih murah dibandingkan dengan dojo-dojo Aikido Aikikai di Jakarta dan dojo Aikido Shudokan/Yoshinkan Bandung). But, menurut gw it’s worthy enough mengingat bahwa yg melatih gw adalah Pak Acen Tanuwijaya yang sangat intense saat melatih dan sudah sangat berpengalaman menjadi pelatih dengan segala prestasinya. Gw jadi ngerasa seperti di film Karate Kid dengan Mr. Miyagi (diperankan oleh Pat Morita) sebagai sensei, heheh. Fasilitas dojo-nya jg cukup diperhatikan, seperti misalnya penyediaan bokken (pedang kayu) yg memang agak mahal harganya (Rp150.000-an ke atas) dan tidak semua dojo Aikido di Indonesia (skala universitas) menyediakan untuk setiap anggotanya ketika latihan (tapi kalo mau punya bokken buat pribadi ya harus beli sendiri :P). Mungkin karena dalam Aikido (terutama style Aikikai) tidak ada kompetisi, jadi untuk nyari-nyari sponsor gtu susah jg.

bokken

bokken-practice


Well, ikut Aikido sebenernya penghilang stress jg. At least, gw ‘terpaksa’ harus fokus ke latihan dan melupakan segala problematika hidup (halaaah…), particularly my stressful job. OMG, I’m so in love with Aikido. Again, wish me luck…!

XOXO.

Advertisements

~ by Rizki on November 20, 2008.

4 Responses to “Finally… Aikido”

  1. latihan dimana,ki?

    jadi malu nih..lo jadi kekar..gw jadi gendut makan mulu dirumah hehehehe

  2. Gw latihan di Dojo Setiabudhi. Letaknya di belakang Setiabudhi Supermarket, seberangnya McD Setiabudhi.
    Di sini gw malah kurang makan neh… hahahah…

  3. mau dong profil dojonya (jadwal, etc.)…

    trims

  4. Ok, Dhias. Infonya lewat e-mail ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: