Being Grown Up!
Okay, in this end of year 2010, I feel something new. Like… I think I’m growing up fast than usual. I mean, dengan hidup yang tidak berada di zona nyaman and full of adventures looking for a job and keeping my account safety, I’ve learned a lot. Jujur, kalo gw gak pindah ke ibukota seperti sekarang, gw gak akan belajar tentang kehidupan dan realita sepertinya or meet new people, and those are really exciting. And u know what, about meet some people, I’ve met someone, err-some guy, random guy, I think, who had made my day some weeks a go. Okay, our eyes met and I’ve got into that melancholic moment. Ha-hah. Sempet ngobrol, basa-basi. Mata cokelatnya luar biasa. Handsome, gw sampe terpesona. And… It happened in a bank, well not that he wanted to robbed my account or money, hahah. He worked in the bank as a teller. But, it was just that. A random things happened in my adventurous days. And I’m grateful for it.
I wrote before as my previous post that we develop our characters based on problem solving. Tanpa masalah kehidupan, air mata, kemarahan, depresi yang terjadi selama ini, gw gak akan bisa menjadi seperti sekarang. And… In case if you wanna know, I’ve started to wear make up. Well, tetep natural, of course. And increase my skin, especially, face, treatment. And lebih memerhatikan detail pakaian untuk urusan bisnis n pekerjaan, bahkan jadi lebih rewel untuk urusan rambut dan komedo. Hahah. Well, people do change, don’t they? And, Man, I suddenly feel like a woman and it’s really exciting for being grown up!
Don’t laugh. It’s not that like I want to marry someone soon. Still, target gw married minimal umur 29. Di umur segitu adik gw dah diprediksi lulus kuliah n kerja. And bahkan sejak gw remaja n duduk d bangku SMU, gw gak berminat untuk menikah di saat gw masih muda dan bodoh. Gw ingin menikmati karir dan menikmati hidup dulu, mengangkat nama orangtua, membantu keluarga. Well, look at those people who are still immature even when they are married for years. Menurut gw penting untuk berjiwa dewasa terlebih dahulu lalu get married, bukan get married dulu baru mikirin urusan rumah tangga belakangan karena nanti malah akan terpaksa untuk menjadi dewasa. Tp dewasa di sini kan bukan berarti melakukan apa yang biasa dilakukan oleh orang dewasa pada umumnya. Dewasa yang gw maksud adalah terkait dengan personality, tanggung jawab, dan komitmen. Dan yang umumnya terjadi adalah melepas tanggung jawab dan membodohi komitmen… That’s so immature. Kalo dah married adalah saatnya untuk berhenti membandingkan. Well, jujur gw katakan bahwa untuk saat ini gw sedang sangat suka membandingkan dan lirik sana-sini. Thank God, I’m single! LOL.
And for me, being grown up is also berani memutuskan apa yang sebaiknya kita lakukan dengan hidup kita. Bukan melakukan sesuatu untuk disukai orang lain. Gw gak butuh untuk disukai oleh orang lain. And I’ve realized that selama ini, gw selalu bersikeras melakukan apa yang disukai dan dianggap baik oleh orang lain: menjadi Rizki yang ceria dan disukai banyak orang, diterima oleh teman-teman, gak banyak komen, let anyone control my life, and so on. Sekarang, gw gak harus seratus persen setuju dan sependapat dengan mereka koq. Gw berhak menentukan ingin dan akan berteman dengan siapa. Btw, gw sekarang udah bisa bikin joke yang dewasa tapi smart nih. Hahah.
So, gw gak peduli dengan society, misalnya, bahwa perempuan haruslah naif secara seksual (dalam arti bahwa membicarakan hal ini adalah tabu bagi perempuan) or nrimo apa adanya. WTF? Sekarang thn 2010 dan akan berganti menjadi 2011. Menurut gw, it’s okay u/ menjadi rebel (kalo manut aja sih bego namanya) n sedikit bitchy. Well, btw, bersamaan dengan menjadi dewasa ini, akhirnya gw memberanikan diri nonton serial Queer as Folk versi North America yang tayang di Amrik sono pada tahun 2000-2005 sebanyak 5 seasons. Gw tau ada serial ini sejak gw awal mulai kerja, sekitar thn 2008, tapi pada saat itu gw belom berani nontonnya. Serial ini sangat kontroversial dan eksplisit menyorot kehidupan kaum homoseksual, tepatnya para gay. Tapi gw gak akan bahas itu di sini, apalagi panjang lebar, barangkali ada parpol yang protes ntar. Well, I don’t have any specific comments about gay people. All I know is that every human being deserves to live.


Btw, gw suka cover versi bukunya, sangat artistik secara teknik fotografi. Dan, jadi lebih terlihat seperti film laga ya daripada serial drama. Hahah. Black and white, angle-nya bagus, pesan maskulinitas yang ingin disampaikan oleh fotografernya begitu mengena, fokus objek jelas, objek yang di-blur juga terbaca. Ketahuan kan karakter utamanya yang mana?
Yep, Brian Kinney (portrayed by Gale Harold) yang di foto tersebut pake jaket kulit gelap, di season awal usianya 29 tahun ceritanya. Gw agak ragu nih nulis karakternya di sini seperti apa, tapi singkatnya, dia orang yang suka memanipulasi orang lain, mapan, egosentris, money-oriented dan tidak suka berkomitmen dengan siapa pun. Kemudian, ada Justin Taylor (portrayed by Randy Harrison), a naive 17 year-old teenage boy who falls in love with him since their first night (ngertilah apa maksudnya). Justin yang berambut blonde (and, OMG, he’s so beautiful!) ini has bright smile and cheery disposition (meski kadang nyebelin and bandel juga and suka ngerepotin banyak orang) which makes everyone in his gank calls him “Sunshine”. Dan serial ini, yang sebanyak 5 seasons berfokus pada hubungan dan kehidupan Brian dan Justin serta orang-orang terdekat mereka. Nontonnya harus dengan pemikiran kritis mengingat bahwa akan ada banyak culture shock di sini yang gak sesuai dengan budaya Timur atau Asia.
Gw nonton streaming di Youtube (with English subtitles! Yay!), meski gak nonton secara berurutan, hanya poin-poin pentingnya aja. Gw suka dialognya yang fresh, kocak, satir, and smart. Well, meski banyak jg sih bahasa kasar dan sumpah serapah bertebaran di mana-mana. And, btw, karakter cool Brian (and he’s actually a real gentleman in front of women!) dengan jokes dan sindirannya yang sarkasme tapi cerdas dengan ekspresi datarnya… Beuh, gw banget. And, I almost forgot to mention about his elegant taste of his business-suit-fashion-style yang gw suka banget ngeliatnya. Yeah, hahah. Dia punya banyak koleksi Prada, Gucci, n Armani, all seasons (woo-hoo!). Heheh. Don’t blame my high taste! And, it’s amazing to see Justin and his best friend, Daphne, grew up! Dari yang berusia 17 thn sampe early twenty something. Akting Gale Harold n Randy Harrison luar biasa. And… Awalnya gw kaget, karena mengira bahwa pemeran Justin ini adalah Matt Damon waktu masih muda! Hahah. Sumpah, mirip banget. Tapi Randy lebih terlihat berkulit pucat dengan garis rahang yang halus dan postur ramping (I told you before that he is beautiful!). And somehow, until now, I’m still thinking of him as Matt Damon’s lost twin brother! Hahahah.

Randy Harrison lebih dikenal sebagai pemain teater atau aktor panggung daripada aktor film or televisi. Dari kecil dia udah manggung main teater, and of course he can sing, act, and dance at the same time! (eh, suaranya bagus lho…) Perannya sebagai Justin Taylor yang berusia 17 tahun di episode awal (tapi umur dia aslinya saat itu 22 koq) merupakan peran satu-satunya di TV show katanya, n dia belum berminat untuk ikut audisi peran untuk film or TV show lagi sejak itu. Anyway, gw sempet nonton film produksi thn 2002 judulnya Bang, Bang, You’re Dead! tentang bullying di high school. Dia maen di situ jadi leader geng anak punk, meski bukan peran utama, perannya cukup signifikan n mencuri perhatian. Beda banget, hahah. Badass dengan pakaian nge-grunge serba hitam n topi pet terbalik (hahah, gw lebih suka ngeliat dia di situ! Cadaaasss…!).

Sekarang, coba tebak, yang mana Randy Harrison n yang mana Matt Damon? Heheh…


Memorable Quotes :
Brian: How old are you really?
Justin: 20…19…18…
Brian: What is this, a missile launch?
Justin: 17.
—————————————————————————————————————————————-
Justin: ‘Dirty Dancing’. It’s really an old movie.
Brian : What?
Justin : I said, it’s really an old movie.
Brian : It’s not that old.
Justin : How old are you?
Brian : How old do you think I am?
Justin : Err… 33?
Brian : F**k you.
Michael : He’s 29.
Brian : And f**k you too. What did you tell him for?
Michael : Fair is fair.
———————————————————————————————————————————————
Brian: I don’t believe in love. Love is something that straight people tell themselves they’re in, so they can get laid. And they end up hurting each other, because it was all based on lies to begin with. If that’s what you want, then go find yourself a pretty little girl… and get married. Besides, I’m too old… Uh, you’re too young for me. You’re 17, I’m 28.
Justin : 29.
Brian : Alright. 29. All the more reason.
———————————————————————————————————————————————
Justin: I’m not a child. I’m turning 18 soon. That means I can vote, and get married, and join the army.
Emmett: Hopefully not on the same day.
——————————————————————————————————————————————–
Brian : Didn’t your daddy ever teach you how to tie a tie?
Justin : No, he was too busy kicking me out and beating the shit out of you.
Brian : Well, neither did mine. He was too busy regretting the day I was born.
—————————————————————————————————————————————–
Brian: Say hi to my new account.
There’s nothing noble about being poor.
——————————————————————————————————————————————-
Justin : I hate parties. I’m not antisocial. I just can’t stand people.
———————————————————————————————————————————————-
References:
Google Image (I don’t own those images above)
Wikiquote

