Get Married? (Just My Thought)

•October 7, 2009 • 2 Comments

Tiba-tiba ajah teringat o/ perkataan seorang temen, “Kapan kawin?”. Gw pengen ngakak, nanya mbok ya bertahap: dah punya pacar blom, dah brapa lama, or dah da calonnya belom, nah… Baru nanya “Kapan kawin?”

Teringat jg dgn perkataan temen ke seorang temen yg laen, “pokokny lu nikah dulu, ntar setelahnya mah gampang.” Yaelah, nikah kan pake duit. Bukan materialistis, melainkan realistis. Malah di Eropa n USA, pasangan yg hendak menikah akan disodorkan prtanyaan2 rumit menyangkut sisi psikologis, finansial, keluarga, etc o/ psikolog d divisi khusus d smacam KUA d sana sebagai tugas negara/pemerintah u/ mengurangi angka perceraian (gak heran banyak orang yg memilih u/ hidup bersama tapi tanpa nikah ya di sana… Ahahah… Bercanda deng… Ambil sisi yg positifnya ajah ya).

Entah napa, dari dulu gw bukan penganut paham ‘nikah muda’, skalipun sering di-doktrin o/ beberapa temen. Bukan berarti gw gak mau nikah. Tp secara logika, pernikahan tuh bukan akhir dari petualangan cinta loe, melainkan awal dari petualangan cinta yg akan jauh lebih bnyak tantangannya. Salah bertindak sdikit ajah, akibatnya bisa fatal. Nyari sahabat ajah gw pilih-pilih, mana yg dapat dipercaya dan mana yg nggak, apalagi pasangan hidup. And marriage is not about love between 2 people, but it’s about a whole family. Life is not a fairytale. And I’m not-so-called-fairytale-girl (hahah… Musiknya ajah cadas. Rock on!) For me, happy ending is a bullshit.

Daripada mikirin kapan kawin, lebih baik nikmati dulu lah masa muda u/ berprestasi, nabung, menimbun kekayaan, giat bekerja, n belajar, etc. Tuhan menciptakan manusia saling berpasangan. Percayalah bahwa Dia telah menyiapkan belahan jiwa kita u/ kita temui d suatu tempat pada saat yg tepat. Bukankah hal itu bagian dari petualangan dalam hidup ini? Just have fun n enjoy! ^ ^ v

(Once again, this is just my thought n my opinion… Boleh sependapat boleh nggak. If you agreed with me, then we are on the same boat. Welcome aboard. Lanjutkan…! :D )

mood           : neutral
listening to : Alter Bridge – Broken Wings

Updates!

•September 29, 2009 • Leave a Comment

It has been like forever gw gak update this blog! I’ve been busy for about these 3 months. Job was getting worse and gw semakin bingung dalam pencarian identitas diri. Hahah… To live a life is not that simple for me… Or perhaps because I’m a complicated person…? Orang-orang bilang bahwa gw adalah orang yang rumit. Sebenernya gw fleksibel bergaul dgn siapa saja. Tapi gw punya prinsip pribadi, dan gw baru bisa dekat dan nyaman serta terbuka hanya dengan orang2 tertentu di mana gw merasa nyaman u/ berada di dekat mereka. Gw bukan orang yg suka di-judge or dituntut bahkan mungkin oleh sahabat sendiri. Ok, maybe I’m freak or defensive…

My friends who know me well enough always support me to follow my heart and support what I wear, because they know inside of me. They told me to ignore people who are very annoying. But, in fact, it’s not that simple. Yeah, I know I’m cute (*narcist mode on* Hahahah!), tapi, misalnya, terserah gw donk mau pake baju apa! (Toh apa yg gw pake gak ngeganggu orang laen koq) Kecuali klo orang2 rese tsb a/ personal stylist gw… Heheh.

And btw, I’m not a what-so-called-fairytale-girl. Gw menanti sang ksatria untuk berjuang bersama saling membantu di medan perang, bukan sang pangeran yg hanya datang menolong, menikahi, n minta dilayani gw, or bahkan mungkin menuntut gw untuk bersikap layaknya putri raja… Ow, a big NO! Life is not a fairytale… Liat ajah Manohara. But bukan berarti gw mau dijadiin babu juga… Heheh…

My Mum juga gak komplain koq setelah gw menjelaskan pemikiran gw. She accepted it. She knows she can count on me. She knows I’m a nice girl only with uncommon style… Ya know, a bit punk/rock/sporty style, heheh. Gw gak perlu harus jadi seperti cewe2 urban dengan make-up n penampilan sempurna tapi apa yg mereka lakukan? Dugem, party for socialize, free-sex, I dunno… Maybe included alcohols n drugs, whatever. You can call me old-fashioned… I don’t care. Tapi yg pasti gw bukan orang kolot juga… Maybe I’m just a moderate old-fashioned.

Btw, dah dulu deh marah2nya. Mohon maaf lahir batin dulu ya, mumpung masih dalam suasana Lebaran or Eid Mubarak. Selesai bulan puasa berat badan gw turun 5 kg. Sekarang dah mendingan karena setelah Lebaran (yg penuh dgn makanan) naek 1 kg. Plus… It’s because I wear braces alias behel on my teeth now! It has been almost 2 months already. Cukup tersiksa, terutama pada saat sedang sariawan (ugh… Like right now! Aaaarghh…!). And spent my money for this dental plan is hard enough. I have to control my financial tighter, so I’d saving my money again and thinking many times again to buy DSLR (Hahah…). Btw, pulang kampung kemaren senengnya bisa kembali menjadi gadis kecil Mum yg badung, heheh. Manjat pohon, metik ceri, jungkir balik senam lantai di halaman belakang rumah nenek, kabur ke rumah Om-Tante ketika ada kepala keluarga besar datang berkunjung… Huahah… Tak sopan. Tapi menyadari bahwa sekarang gw lah yang harus merawat Mum. Bisa memberikan sesuatu dari hasil jerih payah kita kepada Mum, meski mungkin gak seberapa, rasanya puas dan nikmat sekali. Terharu, dan pengen nangis rasanya (*emo mode on*). I love u full, Mum.

And, panas banget di sana, gw berhasil men-tanning-kan kulit biar agak sedikit eksotis… Heheh. Untungnya gak sampe terbakar. Tapi tetep saja orang2 bilang masih tampak terang. Btw, I miss my childhood, a lot. Everything was more simple and way easier when you were younger. Yeah… Perhaps it’s like Avril Lavigne’s song, Complicated. Damn, thinking about it is just getting me on my nerves… And headache. I know, again, that life is not a fairytale… But, if Neverland existed, I’d consider myself to go there. Or, at least, actually, I wanna feel a life when I was a teenager and my family were still a whole. Damn, thinking about it is just making me wanna cry (*emo mode on lagi*).

Sumpeh… Lg kambuh neh emo-nya… Tapi jadi bisa nulis banyak hal nih… Sambil dengerin lagu yg cadas ini juga nulisnya. Biasa… Afterlife by Avenged Sevenfold jd soundtrack… Entah kenapa mood gw langsung membaik setiap dengerin lagu ini (padahal gw lagi kangen my mum n my nephew… Separuh nyawaku masih berada di kampuang nan jaoh di mato…). Oh ya, talking about A7X, gw jd inget…! Gw terjebak macet total—padat merayap—di Sumedang selama hampir 2 jam ketika perjalanan mudik. Travel yg gw tumpangi biasa transit di salah satu rumah makan di sana. Waktu itu masih bulan puasa dan kami singgah di sana sekitar setengah jam setelah maghrib. Setelah selesai mengisi perut di sana dan hendak membayar di meja kasir… Gw terpana. You know what…?  Seorang pemuda yg bertugas di sana… Sungguh mencuri perhatian gw (beuh, bahasanya… Wkwkwkk…). Dia mengenakan T-Shirt sporty warna merah, berbadan atletis, dan model rambutnya mohawk. Sporty punk! Gw langsung teringat Matt Shadows nya A7X! Only without tattoos and piercings… Tapi setipe lah… Apalagi cowo tsb juga tinggi n berkulit terang… Meski cadas, tapi bersih dan ganteng! (pas baca bagian ini pasti ngakak deh… Hahah) Plus, he’s smart. Kecepatan berhitungnya semakin bikin gw terpana. Apalagi dia melayani beberapa orang sekaligus. Gw gak yakin gw sendiri bisa berhitung setanggap dan secepat itu (*Lebay mode on*). Oh, my Matt Shadows… When will I meet you again? (Lebay lagi deh…)

Btw, I dag my closet at home and found Harlem Beat manga series and read them again. I almost forgot that it was my fave manga of all time. When I was about in final year in high school I drew two characters from that manga. Toru Naruse and his best rival, the straight-face-pocky snack-guy named Sasuke Amami. Check it out. I also uploaded it in my Deviantart long time a go and you can check it there.

Harlem Beat Grayscale Inked

I miss my 1,5 y.o. nephew already! Hahah… His name is Muhamad Ridlo Ryukito, just call him Ito. He is super cute…!!! And typical of the members in my family…He has light-yellow skin n gak tahan udara panas. So, kulitnya bakal memerah n blushing klo kena terik matahari… Hahah… Bule banget ya dia. Dia seneng banget maenin hape gw n dengerin lagunya Jason Mraz, I’m Yours. Kalo mulai uring2an kasih ajah tuh lagu ma hape gw, dijamin langsung anteng.

ItoCloseUp

Ito-Red

Hahah. Model rambutnya jadi tampak seperti mohawk ya…

Ok, that’s all folks! ^_^v

mood        : neutral

listen to    : Avenged Sevenfold – Afterlife and Alter Bridge – Open Your Eyes

Pissed Off (Again)!

•June 11, 2009 • Leave a Comment

HAHAH. Don’t mind about the title, just didn’t know what exactly the fit title for this post. It’s not about something important, I just wanna write something.

Okay, I have Deviantart account now. I’ve been focusing to my artistic hobbies. I draw characters from my fantasy novel and I figure out that it also makes me to focus to edit it. So mutual. Plus, I’m going to make the characters and edit the story itself to become a little more punk.

I’m actually not the person who trying hard to be different. But I AM different. Or at least, I feel (and think) I am different. I don’t like to follow the mainstreams. I don’t believe that you should change your style for someone or some people. I believe that you should be who you are or stay as the way you are so that someone or some people recognize you as well as you are. I wear what I want, when I want. Hahah, I’m a bit rebel, aren’t I? Anyway, I don’t wanna change myself to be loved by someone. I want someone loves me because of who I am.

And… I’m falling in love to Sam Worthington! HAHAH. I’m hunting for his movies… Previous movies, of course, before he worked in Terminator: Salvation. And, btw, I DESPERATELY want to watch Macbeth (2006), Shakespeare’s play adaptation, but in this version the genre is action-thriller-drama, with dark atmosphere as Underworld installments, and the set is in modern world of Australia. Worthington portrayed Macbeth. You won’t found horses or sword fightings in this movie. They are replaced with dirt bikes and guns. Probably it’s quite similar with Baz Luhrmann’s Romeo+Juliet (1996) concept, but with different atmospheres and no colourful styles in it. It feels so metal or almost gothic.

Macbeth (2006)

Can anyone help me to found this movie? I’ve been browsing in many websites. But, damn, I don’t have any credit card or visa (hahah) to have accesses to download it.

mood      : neutral

listen to  : Paramore – When It Rains

Terminator: Salvation

•June 9, 2009 • Leave a Comment

T4 Poster

John Connor:

We’ve been fighting a long time. We are out numbered by machines. Working around the clock, without quit. Humans have a strength that cannot be measured. This is John Connor. If you are listening to this, you are the resistance.”

This is the movie that I’ve been waiting for since 2007 because Christian Bale portrays as John Connor. Bale is one of my favourite actor (read my 100 Things About Me!). I’ve watched many of his movies, including Empire of the Sun (1987) which he portrayed a young boy named Jim Graham when he was 13 year old! (so cute!)

Setting cerita secara keseluruhan yaitu tahun 2018, meski di awal film ada opening scene yg bersetting tahun 2003 dan menampilkan karakter pendukung yg teramat penting, Marcus Wright (portrayed by Sam Worthington). Dikisahkan perang antara mesin dan manusia telah dimulai di tahun 2018. John Connor merupakan pemimpin pemberontak (Resistance), sementara istrinya, Kate Connor (portrayed by Bryce Dallas Howard) yang tengah hamil tua merupakan dokter medis di markas militer Resistance. Intinya sih, di film ini, target pemusnahan oleh para mesin yang paling utama adalah Kyle Reese (portrayed by Anton Yelchin) yang merupakan ayah John Connor. Karena installment ini juga sangat dekat dengan time travel dan time paradox, apalagi jika sudah nonton 3 film sebelumnya, kita sudah dapat menebak ceritanya seperti apa. Tujuan utama scriptwriter lebih pada menyambungkan kronologis ceritanya atau missing link yg selama ini belum jelas. Walau mungkin terasa aneh ketika menonton scene di mana John Connor dewasa dengan Kyle Reese remaja bertemu. Mungkin akan terasa hanya menjadi suatu kebetulan bila tiba-tiba saja mereka bertemu dalam alur ceritanya, karena itu kru film ini menciptakan karakter Marcus Wright sebagai penghubung yang pada akhirnya mempertemukan kedua karakter tersebut (good job, dudes!). Bertemunya John Connor dengan Marcus Wright pun sedikit-banyak akan memengaruhi cara pandang dan pemikiran John Connor nantinya. Arnold Schwarzenegger tidak akan ikut berakting di sini mengingat kesibukannya sebagai Gubernur California. Tapi dia muncul sebagai cameo dengan bantuan CGI di satu scene.

Kyle ReeseYoung Kyle Reese (portrayed by Anton Yelchin)

Dan karakter Marcus Wright yg misterius diperankan dengan sangat apik oleh Sam Worthington. Malahan, tokoh ini hampir jadi peran utama di film ini. Dan best scene part for me is when John Connor interrogates Marcus. Hahah, two hot (and cool) guys in a scene together! XD Oh ya, Sam Worthington sendiri sempat nervous ketika syuting scene tersebut. Itu scene yg pertama kali di-shoot, dan dia harus face-to-face dengan Christian Bale. Well, he was thinking, “F***, It’s Batman. So, yeah, it was quite intimidating.” I think Sam Worthington will be in my favourite actors list. Sebelum syuting dia wajib training dan work out terlebih dahulu untuk mencapai postur tubuh petarung sekaligus pelari. James Cameron merekomendasikan Worthington kepada sutradara dan produser T4 ini karena sosoknya yg maskulin dianggap pas memerankan karakter Marcus Wright yang seorang petarung. Selain itu Worthington juga bekerja sama dengan James Cameron untuk proyek terbaru mereka, film 3D science fiction berjudul Avatar (diperkirakan akan rilis akhir tahun ini!). Dan kritikus film mulai mengklaimnya sebagai the next Russel Crowe mengingat bahwa dia juga aktor Australia. And… Gw suka banget gayanya di luar panggung! Santai dan down-to-earth plus cadas juga… Heheh. Aktor laen mah pas di-interview pake outfit yg cukup rapi seperti kemeja atau blazer, si Abang Sam Worthington malah pake black T-Shirt Metallica, jeans, dan sneakers! Yeah, Rock on! \m/

John n Marcus

Terminator Salvation

Marcus Wright close-up

Terminator Salvation

Saya tidak akan me-review film ini secara detail di sini. Nanti malah jadi spoiler (bocoran). Lebih baik nonton sendiri saja di bioskop. Efek ledakan, action scenes, suara-suara deru mesin, warna atmosfer yg kelam dan angle kamera yg mengikuti para karakter ketika sedang berlari sangat orisinil dan natural dan wajib membutuhkan sound system yang yahud dan ciamik. And, can’t wait to watch the sequel… T5, di mana Kyle Reese nanti telah dewasa dan siap untuk dikirim ke masa lalu untuk bertemu dengan Sarah Connor. Ok, just enjoy this blockbuster movie!

Memorable Quotes

John Connor : “I knew it. I knew it was coming. But this is not the future my mother warned me about. And in this future, I don’t know if we can win this war. This is John Connor.”

Kyle Reese :Come with me if you want to live.”

John Connor : “Win or lose, this war ends tonight!”

John Connor : [to Marcus] “You and me, we’ve been at war since before either of us even existed. You tried killing my mother, Sarah Connor. You killed my father, Kyle Reese. You will not kill me!”

Marcus Wright: “What day is it? What year?”
Kyle Reese: “2018.”
Marcus Wright: “What happened here?”
Kyle Reese: “Judgment Day happened.”

Dr. Serena Kogan: “You cannot save John Connor!”
Marcus Wright: “Watch me.”

Kate Connor : “What should I tell your men when they find out you’re gone?”
John Connor : “I’ll be back.”

Marcus Wright : “If you’re going to point a gun, you’d better be ready to pull the trigger.”
Kyle Reese : [later, repeating Marcus] “If you’re going to point a gun, you’d better be ready to pull the trigger.”

Marcus Wright : “So that’s what death tastes like.”

Kyle Reese : “John Connor… We gotta find this guy.”

Blair Williams : “He saved my life. I saw a man, not a machine.”

Marcus Wright : “Let me down.”
John Connor : “If I let you down, you’ll kill everyone in this room.”
Marcus Wright : “Just you Connor.”

Punk Subcultures and Straight Edge

•May 15, 2009 • 2 Comments

Actually, I’m rather confused to write the title of this article. But, all that appeared in my head was those terms, so I’ve decided to use them as the title. And, I would write in Indonesian, because I think there are many informations about those terms around the internet in English already. And those terms are already familiar in English-spoken countries and Western cultures as a part of their historical-subcultures lifestyles and music, so if I wrote it in Indonesian I hope this article could give useful and philosophical-comprehensive informations for the local readers.

Secara singkat, Punk memiliki gaya tersendiri dalam bermusik, ideologi, fashion, hingga seni visual. Dimulai pada akhir ’60an, band rock seperti The Stooges dan MC5 mulai memainkan musik rock ‘n roll yang lebih keras dan agresif (terkadang disebut protopunk) sebagai respons kontra-budaya terhadap komersialisasi kultur hippies. Band-band seperti Ramones dan Television terinspirasi protopunk tersebut dan dari sinilah scene punk mulai terbentuk pada pertengahan tahun ’70an di AS dan Inggris. Punk atau punk rock ini merupakan spesifikasi dari musik rock. Punk sendiri memiliki percabangan seperti Hardcore, Pop Punk, Gothic, bahkan Emo, dst.

Untuk fashion, secara garis besar punk identik dengan aksesoris, make-up, tato maupun piercing, dan gaya berpakaian mulai dari ala Vivienne Westwood sampai gaya street punk. Untuk fashion ini, menurut sumber yang terpercaya (dapat dilihat di sini), terbagi menjadi:

  • Orisinal Punk

Ciri gaya busananya antara lain Doc Martens boots, sepatu Converse lusuh, jeans sobek atau celana ketat yg dikombinasikan dengan T-Shirt sobek dan aksesoris logam. Gaya rambut mohawk dengan warna-warna mencolok. Aksesoris lainnya berupa paku, peniti, piercings. Jaket kulit dengan tulisan nama band atau simbol-simbol yang ditulis dengan spidol juga sering digunakan. Banyak kaum punk perempuan berontak melawan imej tipikal perempuan saat itu dengan memadukan pakaian berkesan anggun dan maskulin secara bersamaan, contohnya rok ballet dengan sepatu boots.

  • Anti-Fashion Punk (Hardcore 1980an)

Tidak ada merek fashion apa pun. Jeans, celana khaki, sepatu sol karet murah, warna yg tidak mencolok serta aksesoris yg minimalis merupakan bentuk pemberontakan terhadap fashion orisinal punk. Minor Threat dan Black Flag merupakan contoh band yg merepresentasikan gaya ini.

  • Punk tradisional

Mirip dengan gaya orisinal punk, namun lebih diwarnai dengan ideologi dan logo atau simbol pandangan politik mereka. Pengaruh DIY (Do It Yourself) sangat kuat dimana busana yg mereka kenakan biasanya dibuat oleh mereka sendiri.

  • Hardcore

Hardcore modern ini berbusana biasa saja, cenderung lebih bebas dan tidak terikat dengan gaya lainnya, misalnya jeans dan T-Shirt band atau hoodies.

  • Crust Punk

Cirinya adalah aksesoris yang mencolok, T-Shirt sobek, pakaian yang jarang dicuci, dan dreadlock merupakan gaya rambut yang cukup populer.

  • Deathrock-Horror Punk-Gothic

T-Shirts, emblem, pin, korset, dan make-up yg detail. Hitam adalah warna yang dominan.

  • Skate Punk

Terbagi dua. Yang pertama adalah skate punk tradisional yg tidak mementingkan fashion. Topi bisbol, jeans atau celana pendek sobek, dan selalu berhubungan dengan skateboard.

Yang kedua mirip dengan pop punk. Celana panjang lurus atau baggy dengan hoodies yg bervariasi.

  • Grunge

Busana outdoor simpel, kemeja flanel, jaket denim, jeans sobek.

  • Pop Punk

Sepatu Converse All-Star atau sepatu skate, celana bermotif kotak-kotak, T-Shirt dipadukan dengan dasi atau syal, sarung tangan yang dipotong pada bagian jari, blazer. Rambut panjang lurus bagi perempuan dan spikey bagi pria. Green Day, Good Charlotte, Simple Plan, dan Avril Lavigne merupakan contoh trendsetter pop punk ini.

  • Emo-Scenecore

Yang ini merupakan subkultur yang terbaru dari punk saat ini (meski punkers banyak yg tidak mau mengakui hal ini. Hahah… Peace ah). Emo identik dengan tipikal anak muda yang pendiam, sensitif, freak atau (maaf… Maaf banget…) losers yang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan mereka dengan lebih ekspresif dan hal itu direpresentasikan dalam musik serta gaya berpakaian mereka. Ini sudah sering dibahas di blog gw. Selain gaya berpakaian yang cenderung lebih kalem dan modis dibandingkan subkultur punk lainnya (istilah yg biasa gw pake sih… “Rapi tapi cadas”… Heheh), for the rest of things, just read my previous posts, ok?

Tapi sebenarnya yg mau gw bahas di sini yaitu ideologi dari punk, terutama Straight Edge. Ideologi punk itu sendiri sesungguhnya cukup banyak, tapi yang akan dibahas dengan porsi lebih besar di sini yaitu Straight Edge. Selain Straight Edge, ideologi punk lainnya yaitu Anti-otoriterisasi, Anti-kemapanan, Anti-militer, Kesetaraan gender (gender equality), Sekulerisme dan spiritual (sebagian memilih untuk sekuler bahkan atheis, sebagian lagi menganggap bahwa tidak ada kontradiksi menjadi seorang punk yg juga religius. Christian punks eksis, begitu pula dengan Moslem punks di Malaysia yg gaya hidupnya dekat dengan Straight Edge), Anti-Nasionalisme (menganggap bahwa nasionalisme merupakan bentuk kesetiaan yang tak beralasan karena toh pemerintah juga tidak peduli dengan kesejahteraan rakyatnya), Anarkisme, DIY (Do It Yourself alias mandiri or independent), Food Not Bombs (Uang untuk makanan, bukan untuk bom), Anti-media, Environmentalisme (peduli masalah lingkungan), hingga yang terakhir, Vegetarianisme-Veganisme-dan perlindungan terhadap hak-hak binatang.

Vegetarianisme tersebut sangat dekat dengan gaya hidup Straight Edge yg menolak alkohol, drugs, rokok, bahkan free sex. Vegan Reich, band metalcore AS penganut paham veganisme merupakan band yg tergolong dalam Moslem punk.

Straight Edge (terkadang disingkat sXe, SxE atau Edge) adalah komitmen yang sangat dekat hubungannya dengan scene hardcore-punk. Beberapa penganut Straight Edge menolak bentuk apa pun dari obat, termasuk kafein dan painkiller, dan pada banyak kasus menolak konsumsi terhadap hewan (vegetarianisme-veganisme). Straight Edge pertama kali terinspirasi dari band hardcore-punk, Minor Threat, kemudian menyebar ke penjuru dunia. Meskipun Straight Edge bukanlah pergerakan sosial-politik, banyak yang mengaitkannya dengan anarkis, sosialis, atheis, enviromentalis, vegetarianisme/veganisme dan pergerakan deep ecology.

Dalam buku Our Band Could Be Your Life, Ian MacKaye mengatakan bahwa pertengahan dan akhir 1970an, dia dan teman-temannya sering tidak bisa menonton gig karena digelar di klub-klub sekitar Washington DC yang menyediakan minuman beralkohol dan melarang anak di bawah umur untuk memasukinya. Musisi rock, Ted Nugent, merupakan panutan awal Mackaye dan teman dekatnya, Henry Rollins. Pada saat itu lumrah bagi seorang rocker mengkonsumsi drugs dan alkohol, Nugent memproklamirkan dirinya bebas alkohol. Band Mackaye, The Teen Idles, tur keliling Pantai-Barat pada 1980. Pemilik klub Mabuhay Garden di San Fransisco melarang The Teen Idles bermain karena semua anggota band masih di bawah umur untuk mengkonsumsi alkohol. Sebagai jalan tengah akhirnya pemilik klub menulis tanda ‘X’ besar pada punggung tangan anggota band sebagai pertanda bagi bartender agar tidak menjual minuman beralkohol kepada mereka.

Sekembalinya ke Washington, D.C., Mackaye menawarkan cara yang sama kepada para pemilik klub agar remaja seusianya bisa masuk dan tidak mengkonsumsi alkohol. Beberapa klub menerima penawaran tersebut, kemudian tanda ‘X’ (terkadang ditulis dengan tanda ‘xXx’) di tangan perlahan menjadi simbol pergerakan melawan alkohol dan obat-obatan. Album The Teen Idles, Minor Disturbance menjadi titik awal munculnya Straight Edge dalam scene hardcore-punk. Nama Straight Edge sendiri diambil dari judul lagu band kedua Mackaye, Minor Threat, pada awal 1980an. Gaya hidup ini mulai berkembang pesat setelah kampanye yang disuarakan oleh band ini lewat lagu-lagu seperti “Straight Edge” dan “Out of Step”.

straight-edge

Kurang-lebih, begitulah informasi yg semula ingin saya sampaikan. Sudah lama saya ingin menulis artikel tentang Straight Edge ini, tapi ternyata membutuhkan riset yg mendalam terlebih dahulu, heheh. Semoga tulisan ini bermanfaat. You can call me idealist, while your hits will never break me down. Idealisme itu perlu. Tanpa idealisme, maka matilah generasi muda. But remember, don’t disturb anything that doesn’t disturb you. Fair enough, isn’t it? :)

References:

http://www.wikipedia.com

Asri, Gifran Muhammad. 2008. Potret Positif Punk Bandung. Bandung: Institut Teknologi Bandung. (http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-gifranmuha-30613&q=potret%20positif%20punk).

Art-Design-Photography

•May 6, 2009 • Leave a Comment

Uffh… Since this dawn I’ve been sneezing… Gara-gara kehujanan saat pulang kerja kemarin. Haakh… Need to increase my C vitamin dose for these mornings. I feel a bit dizzy too…

Anyway, I’ve told you in my 100 Things About Me that I interest to art and designs, rite? I used to draw comics and mangas when I was in high school and college, and I’ve ever studied visual design for one semester before I moved to social science in government university. Actually, one silly thing that made me leave the art school (beside the expensive fee) was… Don’t laugh or judge, please… Photography.

It’s because we had to use conventional SLR camera and I had to spent a lot of money to pass those credits. I hated it. I came from a mid-economy family. We’re not rich family. And, in fact, now, after my father’s death, the situation is getting harder for us. I need to work hard while my lil sis is just attending college in management major since last year. Plus, my hometown is a very small town. The simplicity information facilities and access are unavailable there.

Now, I almost forgot my art and designs hobbies… Because I right now more focus to my job and writing. I have no time to draw… except just a simple sketches… And it’s so rarely though. But, I need to achieve… Miss it so much.

But, nowadays I concern to art photography using digital SLR camera or DSLR. I actually have been capturing many people and stuffs using my cellphone camera. And I like to show their emotions from the portraits. And it feels like drawing. In theory, capturing is similar with drawing using camera, rite? And it is faster, we can see the result (IF using digital) just in some seconds. I’ve even ever heard this sentence: The lens tells more than the pen.

Well, I concern to people and emotive portraits. And some fashions perhaps. Emo fashions with their emotive expressions. It sounds cool. I should join Deviantart. And I will saving my financial to buy DSLR camera. Damn, it’s almost become my new obsession! Well, perhaps I could make it as a business too later. It sounds interesting…

Wish me luck! :P

Have a nice day.

-R-

mood       :  excited

listen to  :  30 Seconds to Mars – The Kill

My Silver Birthday

•April 28, 2009 • Leave a Comment

April is my birth month. And in this my silver birthday I’ve experienced many… err… exciting experiences, in this month. Sebenarnya agak curhat sedikit nih… Mengenai lawan jenis. Hohoh. *wink*

Yeah, setelah mengalami kejadian seperti yg tertulis di postingan gw sebelumnya (baca: At First Sight), baru-baru ini gw mengalami kejadian lain yg lucu di angkot. Berkaitan dengan pria tampan lagi (hahah…). Gw nggak bakal menulis detailnya di sini, karena memang nggak mau membahas hal ini panjang-lebar di blog. Tapi jadi tersangkut di benak nih, bahwa I think tipikal pria yg menarik buat gw adalah yah… Yang casual n sporty (secaraaa… Gw sendiri juga gak jauh-jauh dari outfit tsb). Dari dulu. Sama sekali nggak berubah. I’ve ever fell in love to a male friend yg sudah unavailable waktu kuliah dulu (hahah… dasar emo). Dan dia adalah tipikal pria yg seperti itu. Baru-baru ini kejadian di angkot tsb juga berkaitan dengan pria casual-sporty (duh… Dia bawa ransel gunung-meski ranselnya nyenggol kepala gw dan dia minta maaf… heheh…-pake hoody, topi bisbol, celana pendek cargo, dan sendal gunung… OMG). And suddenly he reminds me of Avenged Sevenfold’s vocalist, Matt Shadows. Terutama sosoknya di videoklip Afterlife di mana rambutnya plontos dan tampak cool banget. Huahah. :P

Maksud gw, gw kira tipe gw bakalan berubah menginjak usia perak ini, ternyata nggak. Mungkin other ladies pada umumnya lebih merasa tertarik dengan sosok pria berkemeja dan berdasi (klo seperti Alesana di videoklip Ambrosia sih, eke jg suka… *wink* -baju rapi tapi cadas mampus-) atau berjas (putih…? Heheh…) atau bahkan berseragam (anak sekolahan donk…? Wkakaakkak…! Nggak koq, maksud gw yg berseragam dinas atau militer gitu), kalo gw… Beuuh, langsung lemes di depan pria atletis (bukan berarti sekekar Arnold Schwarzenegger juga loh ya…) ber-T-Shirt, hoody, cargo, dan sneakers dengan rambut pendek berantakan tapi cool… Dan ternyata auranya juga memang cocok ketika mengenakannya (apaan siy…? Hahah…!).

Oh ya, dan lucunya lagi, ketemu dengan mereka koq selalu di tempat yg tidak terduga dengan kejadian yg juga tidak terduga ya (warung makan dan angkot… heheh, gak elit banget ya…?). Padahal selama ini gw rajin jogging and nge-gym di lintasan lari dan gym malah biasa ajah, juga di mal-mal dan tempat nongkrong malah gak nemu sampe yg berkesan seperti itu. Apakah ini suatu pertanda…? Heheh… :P

Btw, I’m hunting for white Alesana T-Shirt (because I’ve already have many black or dark T-Shirts)… Setiap nanya ke penjualnya (dan selalu dengan ekspresi kaget si abang penjualnya yg seolah-olah ingin ngomong, “Cewek koq suka Alesana?” dan tampang gw selalu mengekspresikan, “So what?! Yeah, I know I’m too cute for being a big fan of rock or hardcore!”), selalu ajah lagi kosong stoknya. I want that T-Shirt for my silver birthday… Heeu…

Btw, my old sis asked me about what would I do after my silver birthday. Well, I only answered, “Continue my life.”

Yeah… Continue my f***ing life.

Okay. Have a nice day.

-R-

mood       : Stable

listen to  : Alesana – Apology and Avenged Sevenfold – Afterlife

Dark-Gray-Blue-Gray-Dark

•April 17, 2009 • Leave a Comment

I’ve found you
Then my heart from dark turned to gray
But then I let you go
When will I meet you again?

I don’t have any damn clues at all to found you
It’s killing me inside
I would wait for years just to see you again
While my heart now fades into the blue

But suddenly I feel so damn tired
For being a slave of this beautiful illusions’ vanity
Should I wait for years just to see you again?
Just to look at those softly stunning sight from your eyes?

I’m so far away from you
Should I forget?
Should I give in?
While my heart now fades into the blue

Then gray… Then dark…

Again.

(Inspired by:
The Red Jumpsuit Apparatus – The Grim Goodbye
Alesana – Beautiful In Blue)

Alesana – Ambrosia (Lyrics)

•April 16, 2009 • 31 Comments

Artist: Alesana
Album: On Frail Wings Of Vanity And Wax
Year: 2006
Title: Ambrosia

ambrosia-video-captures1

alesana-ambrosia

(A touch of poison seals my fate)
the dawn echoes the night with my glory… The sun himself honors me

Once king of roses, now lord of gold
(blessed with the gift of gilded touch)
the Gods themselves envy my hand
(fate wields its knife to cut the thread)

I curse the day my dream became my descent
suddenly I long for you, my only love

In my perfection I have no want
(a folly as fatal as sin)
yet eyes still glint with greed untold
(has now become the end of me)

I curse the day my dream became my descent
suddenly I long for you, my only love

Have I not earned this, the gift of beauty within?
how selfish were the Gods to keep their riches from my rightful treasure?
I truly have become one of them… My fatal flaw

Oh yeah! Ive got her hook, line, and sinker!
thanks to me, she’s her own new necklace!
Now she’s good as gold!

I curse the day my dream became my descent
suddenly I long for you, my only love

… Cut the thread…

alesana-in-white

NOTE:

In Greek mythology, ambrosia is sometimes the food, sometimes the drink, of the gods, often depicted as conferring ageless immortality upon whoever consumes it. It was brought to the gods in Olympus by doves (Odyssey xii.62), so may have been thought of in the Homeric tradition as a kind of divine exhalation of the Earth (check Wikipedia).

Dan tipikal lagu-lagu bergenre emo/screamo nih, liriknya dalem, mellow, dan sangat filosofis (tapi musik cadas euy…). And I had to work hard to found out its meaning, hahah. Well, kurang-lebih yah, terlepas dari kisah mitologi Yunani itu sendiri, in our modern world, lagu ini berkisah (dari video klipnya juga sih) tentang kisah cinta dua insan yang tidak berjalan mulus. Tidak kekal. Si pria frustrasi, patah hati, dan merasa membutuhkan ‘ambrosia’ untuk cinta mereka agar kekal selamanya. Kalo versi mitologinya banget, si pria meminum ambrosia ini tanpa sengaja dan akhirnya dia hidup abadi, dan itu artinya dia akan berpisah dengan kekasihnya yg fana untuk selamanya. So many interpretation actually. Just use your imagination.

And Alesana rocks! Semua lagu mereka liriknya sangat mendalam, filosofis, berat, dan menyeluruh tanpa harus jadi cengeng, sok romantis, atau ngegombal. Dalam album On Frail Wings Of Vanity And Wax (2006) hampir semua lagunya terinspirasi oleh mitologi. And everytime I read every lyrics of their songs, I feel like I’m reading an anthology book of poems that written by a professional writer/poet. Well, they are smart guys, dude! :P

Terlepas dari itu, music skill mereka juga dahsyat. Kegalauan, kekecewaan, dan kesedihan khas emo-nya kentara banget. Mungkin karena kita akan mendengar dua vokal sekaligus hampir secara bersamaan di hampir sepanjang lagu dalam lagu-lagu mereka… Vokal nyanyian sedih dan galau dengan nada tinggi khas emo, serta vokal teriakan garang khas metalcore yang menginterpretasikan kemarahan dan kekecewaan. Mungkin Alesana lebih tepat disebut bergenre emocore. Terkadang ada juga yg menyebutnya bergenre melodic metalcore. But, IMHO, they are different. Contoh band yg bergenre melodic metalcore or melodic scene tuh Bullet for My Valentine, di mana vokal nyanyiannya bersuara berat dan maskulin. Alesana, dengan main vocal yang melengking panjang dan terdengar ringan serta tenor bahkan nyaris feminin (emo identik dengan hal-hal yg berbau androgyny) sudah otomatis terklasifikasi dalam genre emo/screamo.

And, like my friend said, “I think they are too cute and too stylish to be rockstars.” Well, I agree! Heheh… But, I think this is how they show their image as emo. Well, in their latest album Where Myth Fades To Legend (2008) I only have heard Seduction song. Gotta check them for more…! :P

Current members are:
  • Dennis “Diablo” Lee – Screaming vocals (2004-present)
  • Shawn Milke – Vocals, Guitar, Piano (2004-present)
  • Patrick “Peezee” Thompson – Lead guitar, Backing vocals during live performance (2004-present)
  • Jeremy “Jables” Bryan – Drums (2005-present)
  • Shane Crump – Bass guitar, Vocals (2007-present)
  • Jake Campbell – Rhythm guitar (2008-present)

Deutsche Junge Sterne

•April 8, 2009 • Leave a Comment

German Young Stars. It’s been such a long time that I’ve never back to my old habit… Watching DVDs. I’ve just remember that when I was still in the college I watched a lot of European (especially German) movies. I have my favourite German young actor since then. His name is Daniel Bruhl.

goodbyelenin_poster

sundance-2004

Daniel César Martin Brühl Gonzáles Domingo was born in Barcelona, Spain in 1978, then his family moved to Germany. His father is German and his mother is Spanish. He speaks both languages and also fluent English and French. For a movie which is titled Salvador, he portrayed a rebellion Catalan young man which was forced him to learn Catalan-Spanish before the shoot was taken. So, he is able to speak 5 languages! I’ve watched almost all of his movies… Goodbye, Lenin!, The Edukators (Die Fetten Jahre Sind Vorbei), Cargo, Ladies in Lavender (opposites Maggie Smith and Judi Dench), Joyeux Noel, and even The Bourne Ultimatum (he was only a cameo there, portrayed Marie Kreutz’s younger brother while Marie was portrayed by Franka Potente). FYI, you can read their reviews on my old blog. The last news I read was he plays a role opposites Brad Pitt in Inglourious Basterds which is directed by Quentin Tarantino and would release in August 2009.

And, oh, he also has a role in German’s children book adaptation, Krabat. In that movie, he opposites a young talented actor, David Kross (16 y.o. at that time) who plays as the main role.

krabat-poster

Speaking about David Kross, this is actually what I want to write. I’ve watched The Reader in which he plays Michael Berg, a 15-year-old boy, who falls in love with a 36-year-old woman, Hanna Schmitz (portrayed by Kate Winslet who brought home the Oscar for Best Actress), in post-World War II Germany. Kross also plays the same character as a 22-year-old law student attending Hanna Schmitz’s war crimes trial.

Although most of the actors in the film are well-known veterans, Kross, at 17, was relatively unknown, with only a limited knowledge of English. He had to learn the language to be able to act in a major role in this all English-language movie. (check Wikipedia) Well, he speaks fluent English now.

And… Did I mention that while he turned 18 he had to play some scenes in this movie that required sex scene and full frontal nudity opposites Kate Winslet? (Please, keep your mind open while you read this sentence… ;) ) Well, anyway, he is very talented and his acting is very natural but stunning. I think it’s funny to know that he was casted to that role when he was 16, start shooting at 17, and then the crews took a break in summer and wait until his 18th birthday (he was born in 4 July 1990), then after that they shot the sex scenes. OMG.

youngerdavidkross

3mainactorsberlinale

berlinale

davidkrossberlinalefilmfestival1

Love the shoes…! :P

Well, he actually reminds me of Heath Ledger and River Phoenix (may they rest in peace…). And he looks a bit like William Moseley, doesn’t he?

-R-